Showing posts with label XI IPA Semester I. Show all posts
Showing posts with label XI IPA Semester I. Show all posts

Organ-Organ Saluran Sistem Pencernaan dan Fungsinya

Saturday, October 1, 2016 | comments

1. Mulut/ oral cavity

Di rongga mulut terdapat gigi (gerigi) yang berfungsi untuk menyobek, mengunyah zat-zat makanan secara mekanis sehingga menjadi zat-zat yang lebih kecil dan memudahkan bekerjanya enzim pencernaan.
beberapa kelenjar yang ada di mulut
beberapa kelenjar yang ada di mulut
Di rongga mulut terdapat bibir, lidah dan palatum (langit-langit) untuk membantu penguyahan zat makanan, dan penelanan zat makanan. Di rongga mulut terdapat muara kelenjar air liur (saliva) yang mengandung enzim ptyalin (amilase)

2. Faring (Pharynx)

Merupakan persilangan antara saluran makanan dan saluran udara. Epiglotis berperan sebagai pengatur (klep) kedua saluran tersebut. Pada saat menelan makanan saluran udara ditutup oleh epiglotis dan sebaliknya jika sedang menghirup nafas.
Faring dan bagian-bagian lainnya
Faring dan bagian-bagian lainnya

3. Esofagus (kerongkongan)

Sebagai saluran panjang berotot (muskuler) yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Pada batas antara esophagus dengan lambung terdapat sphincter esophagii yang berfungsi mengatur agar makanan yang sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus.

4. Gastrium (lambung)

Di lambung, makanan ditampung, disimpan, dan dicampur dengan asam lambung, lendir dan pepsin. Mukosa lambung banyak mengandung kelenjar 3 pencernaan. Kelenjar pada bagian pilorika dan kardiaka menghasilkan lendir. Kelenjar pada fundus terdapat sel parietal (oxyntic cell) menghasilkan HCl, dan chief cell menghasilkan pepsinogen. 
Bagian-bagian lambung
Bagian-bagian lambung

Proses digesti di lambung meliputi:


  1. Pencernaan pada lambung sebatas pada protein, sangat sedikit lemak, dan karbohidrat. Absorpsi zat-zat tertentu seperti; alkohol, obat-obatan.
  2. Makanan setelah melewati lambung menjadi dalam bentuk bubur makanan (chyme). Dengan mekanisme dorongan dari otot lambung chyme menuju ke usus dua belas jari (duodenum).

5. Intestinum tenue (usus halus)

Usus halus dibedakan menjadi 3 bagian: duodenum, jejunum, dan ileum.

A. Duodenum

Pada duodenum terdapat muara dari duktus koledokus dan duktus pankreatikus. Cairan empedu dari kantung empedu dikeluarkan lewat duktus koledokus. Cairan pankreas lewat duktus pankreatikus.

Cairan pancreas mengandung enzim lipase, amylase, trypsinogen dan chemotrypsinogen. Lipase untuk memecah lemak (setelah diemulsifikasikan oleh empedu) menjadi asam lemak dan gliserol. Amylase untuk memecah amilum menjadi sakarida sederhana.
Duodenum dan pankreas
Duodenum dan pankreas

B. Jejunum

Jejunum merupakan tempat absorpsi zat-zat makanan. Proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan meliputi; difusi, osmosis, dan transpor aktif.

  1. Monosakrida dan asam amino melalui mekanisme difusi fasilitasi.
  2. Asam lemak melalui mekanisme difusi biasa.
  3. Vitamin melalui mekanisme difusi biasa.
  4. Air melalui mekanisme difusi dan osmose.
  5. Elektrolit dan mineral melalui mekanisme difusi, dan transport aktif.

C. Ileum

Absorpsi melalui villi usus.

6. Intestinum crassum (usus besar)

Usus besar terdiri atas caecum dan colon. Caecum berupa kantung. 4 kantung dengan pita (taenia) dan haustra. Colon dapat dibedakan menjadi colon ascenden (naik), transversal (mendatar), descenden (turun).

Usus besar merupakan tempat untuk absorpsi air dan mineral yang tidak terserap di usus halus. Pencernaan secara mikrobiotis oleh bakteri komensal (E. coli), menghasilkan gas, dan sintesis vit. K.

7. Rektum

Rektum merupakan kantung yang berfungsi menampung feses. Setelah penuh terjadi perangsangan karena ekstensi (peregangan) dinding rectum sehingga timbul keinginan untuk berak (defikasi).

8. Anus

Anus merupakan katup muskuler (spinchter ani) berfungsi mengatur pengeluaran tinja. Kelainan saluran pencernaan:

  1. Diare, karena adanya rangsangan yang berlebihan sehingga motilitas usus meningkat.
  2. Konstipasi, karrena defekasi yang tidak teratur dan sulit.

Fungsi Umum Sistem Pencernaan Makanan

| comments

Sistem pencernaan secara umum dapat digambarkan sebagai suatu struktur memanjang, berkelok-kelok yang diawali oleh suatu lubang, disebut mulut dimana makanan mulai dimasukkan dan lubang akhir disebut anus, tempat sisa yang tidak tercerna itu dibuang.

Fungsi umum sistem pencernaan yaitu:


  1. Memasukkan makanan kedalam saluran pencernaan
  2. Menyimpan makanan untuk sementara
  3. Mencerna secara fisik
  4. Mencerna secara kimiawi
  5. Mengabsorbsi hasil pencernaan
  6. Menyimpan sementara makanan yang telah tercerna, untuk kemudian mengeluarkannya.

Tahap-tahap pencernaan makanan secara fisiologis yaitu:


  1. Pengambilan makanan (ingesti)
  2. Pencernaan (digesti)
  3. Penyerapan (absorbsi)
  4. Pembuangan sisa makanan (defekasi)

Makanan yang dimasukkan ke dalam mulut dengan bantuan gigi dan rahang, lidah, kaki depan, bibir, paruh, serta pharink pengisap. Organ pokok yang berfungsi menyimpan makanan untuk sementara adalah ventriculus, ingluvies, dan kantong pipi.


Pemecahan makanan melalui fisik dilakukan dengan cara:


  1. Mengunyah, memarut, atau menggiling makanan oleh gigi, ventriculus.
  2. Mencampur makanan oleh gerakan peristaltik, antiperistaltik, segmentasi ada intervenium dan ventriculus.
  3. Melembabkan, melunakkan, dan melarutkan makanan dengan bantuan cairan mulut, lambung, intestinum.
  4. Emulsifikasi lemak untuk sekresi hepar.

Pemecahan makanan secara kimia dilakukan terutama didalam ventriculus dan intestinum oleh enzim-enzim yang dihasilkan di dalam kedua organ tersebut dan di dalam pancreas.

Untuk absorbsi hasil akhir pencernaan diperlukan permukaan yang luas untuk kontak antara sari makanan dan ephitelium intestinum, tugas ini dilakukan oleh intestinum yang paling panjang, lipatan lipatan di dalam intestinum dan villi intestinumyang panjang, lipatan-lipatan di dalam dinding intestinum di dalam dinding intestinum dan villi intestinum.
sistem pencernaan pada manusia
sistem pencernaan pada manusia

Ontogeni

Proses ontogeni sistem pencernaan dimulai saat fase gastrulasi, yaitu fase tentuknya 3 lapis benih. Lapisan endoderm, yang terletak paling dalam dan dua san lain, adalah cikal bakal terbentuknya organ-organ pencennaan. Pada tahap ibrional, endoderm berkembang membentuk suatu tabung panjang yang pada satu ungnya membentuk mulut dan ujung yang lain membentuk anus.

Pada Vertebrata, saluran pencernaan ini hanyalah berbentuk tabung lurus, namun segera melakukan lipatan lipatan, putaran kumparan dan pertunasan (diverticulum) untuk membentuk kompleks organ. Divertikulum yang tumbuh dan saluran antara lain adalah hepar, kantung empedu, dan pankreas, yang terletak pada bagian tengah saluran pencernaan.

Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot

Monday, June 27, 2016 | comments

Berdasarkan strukturnya dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Otot Polos

Otot polos terdiri dari sel-sel otot polos. Sel otot ini bentuknya seperti gelendongan, dibagian tengan terbesar dan kedua ujungnya meruncing. Otot polos memilki serat yang arahnya searah panjang sel tersebut miofibril. Serat miofilamen dan masing-masing mifilamen teridri dari protein otot yaitu aktin dan miosin. Otot polos bergerak secara teratur, dan tidak cepat lelah.

otot polos
otot polos
Walaupun tidur. otot masih mampu bekerja. Otot polos terdapat pada alat-alat dinding tubuh dalam, misalnya pada dinding usus, dinding pembuluh darah, pembuluh limfe, dinding saluran pencernaan, takea, cabang tenggorok, pada muskulus siliaris mata, otot polos dalam kulit, saluran kelamin dan saluran ekskresi (Ville,1984).


Cara kerja otot polos

Untuk lebih jelasnya penjelasan lebih rinci mengenai kontraksi dan releksasi otot polos  dapat di pelajari di artikel ini mekanisme kontraksi otot polos

Bila otot polos berkontraksi, maka bagian tengahnya membesar dan otot menjadi pendek. Kerutan itu terjadi lambat, bila otot itu mendapat suatu rangsang, maka reaksi terhadap berasal dari susunan saraf tak sadar (otot involunter), oleh karena itu otot polos tidak berada di bawah kehendak. Jadi bekerja di luar kesadaran kita.



2. Otot lurik

Sel-sel otot lurik berbentuk silindris atau seperti tabung dan berinti banyak, letaknya di pinggir, panjangnya 2,5 cm dan diameternya 50 mikron. Sel otot lurik ujungnya sel nya tidak menunjukkan batas yang jelas dan miofibril tidak homogen akibatnya tampak serat-serat lintang. Otot lurik di bedakan menjadi 3 macam, yaitu : otot rangka, otot lurik, dan otot lingkar.

Otot-otot rangka mempunyai hubungan dengan tulang dan berfungsi menggerakkan tulang. Otot ini bila di lihat di bawah mikroskop, maka tampak susunannya serabut-serabut panjang yang mengandung banyak inti sel, dan tampak adanya garis-garis terang di selingi gelap yang melintang (Ville,1984).

Otot-otot kulit seperti yang terdapat pada roman muka termasuk otot-otot lurik berada di bawah kehendak kita. Perlekatannya pda tulang dan kulit, tetapi ada juga terdapat dalam kulit seluruhnya. Otot-otot yang merupakan lingkaran di sebuah otot lingkaran, misalnya otot
yang mengelilingi mulut dan mata.
otot lurik
otot lurik
Otot yang berperan dalam melakukan suatu gerakan adalah otot rangka, salah satu ujung otot rangka melekat pada bagian tidak bergerak (origo) dan ujung lain yang melekat pada bagian yang bergerak (insersio). Untuk melekat pada rangka otot menggunakan tendo atau aponeurosis. Otot berhubungan dengan tulang melalui jaringan ikat padat yang disebut tendon, missal otot biceps dan triceps. Bagian tengah otot (badan otot) disebut Belly. Tendon pada pangkal tidak menggerakkan tulang (bersifat origo) dan pada ujung menggerakkan tulang (bersifat insersio).

Cara kerja otot lurik

Bila otot lurik berkontraksi, maka menjadi pendek dan setiap serabut turut dengan berkontraksi. Otot-otot jeis ini hanya berkontraksi jika di rangsangan oleh rangsangan daraf sadar (otot valunter). Kerja otot lurik adalah bersifat sadar, karena itu disebut otot sadar, artinya bekerja menurut kemauan, karena itu di sebut otot sadar, artinya bekerja menurut kemauan atau perintah otak. Reaksi kerja otot lurik terhadap perangsang cepat tapi tidak tahan kelelahan.

3. Otot jantung

Otot jantung merupakan otot “istimewa”. Otot ini bentuknya seperti otot lurik perbedaanya ialah bahwa serabutnya bercabang dan bersambung satu sama lain. Berciri merah khas dan tidak dapat dikendalikan kemauan. Kontraksi tidak di pengaruhi saraf, fungsi saraf hanya untuk percepat atau memperlambat kontraksi karena itu disebut otot tak sadar.

Otot jantung di temukan hanya pada jangtung (kor), mempunyai kemampuan khusus untuk mengadakan kontraksi otomatis dan gerakan tanpa tergantung pada ada tidaknya rangsangan saraf. Cara kerja otot jantung ini disebut miogenik yang membedakannya dengan neurogonik (Ville,1984).

mekanisme kontraksi otot jantung bisa dpelajari diartikel ini mekanisme kontraksi otot jantung


Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves


Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot

| comments

Pengertian Otot

Otot adalah efektor yang berfungsi untuk pergerakan. Otot merupakan salah satu dari 4 jenis jaringan, dan jaringan otot dikombinasikan dengan saraf, pembuluh darah, dan jaringan penghubung lainnya. Jaringan Otot sangatlah kompleks.

Pengertian Otoot, Karakteristik, dan Fungsi Otot
Pengertian Otoot, Karakteristik, dan Fungsi Otot
Otot merupakan suatu organ/alat penting bagi organisme. Gerak sel terjadi karena sitoplasma merubah bentuk. Pada sel-sel sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang panjang disebut miofibril. Kalau sel otot yang mendapatkan rangsangan maka miofibril akan memendek, dengan kata lain sel otot akan memendekkan dirinya kearah tertentu.


Otot merupakan jaringan pada tubuh manusia dan hewan yang bercirikan mampu berkontraksi, aktivitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem saraf. Unit dasar dari seluruh jenis otot adalah miofibril yaitu struktur filamen yang berukuran sangat kecil yang tersusun dari protein kompleks, yaitu filamen aktin dan miosin. Pada saat berkontraksi, filamen-filamen tersebut saling bertautan yang mendapatkan energi dari mitokondria di sekitar miofibil.

Karakteristik Jaringan Otot

1. Excitability

Yaitu kemampuan untuk menerima dan menanggapi rangsangan.
  • Pada otot rangka, stimulus adalah neurotransmitter (sinyal kimia) yg dikirim oleh neuron (sel saraf). Pada otot polos, stimulus bisa menjadi neurotransmitter, hormon dan pereganga.
  • Pada otot jantung, rangsangan bisa menjadi neurotransmitter, hormon, atau peregangan.
Respon adalah generasi dari sebuah impuls listrik yang bergerak sepanjang membran plasma sel otot.

2. Contractility

Yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan.

3. Extensibility

Yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula

4. Elasticity

Yaitu kemampuan otot untuk kembali ke bentuk semula

Fungsi Otot

1. Sebagai Alat Gerak

  • Gerakan bagian tubuh dan lingkungan
  • Gerakan darah melalui jantung dan pembuluh peredaran darah
  • Gerakan getah bening melalui pembuluh limfatik
  • Gerakan makanan (dan, kemudian, limbah makanan) melalui saluran pencernaan
  • Gerakan keluar empedu dari kandung empedu dan masuk ke saluran pencernaan
  • Gerakan air seni melalui saluran kemih
  • Gerakan semen melalui saluran reproduksi laki-laki dan saluran reproduksi wanita
  • Gerakan bayi yang baru lahir melalui jalan lahir

2. Pemeliharaan postur

Kontraksi otot terus-menerus memungkinkan kita untuk tetap tegak. Otot-otot leher adalah penjaga kepala agar tetap dalam posisi tegak. Ketika berdiri, otot kaki membuat badan menapak pada dua kaki.

3. Thermogenesis

Generasi panas. Terjadi melalui menggigil - suatu kontraksi spontan dari otot rangka.

4. Stabilisasi sendi

Otot menjaga tendon yang melintasi sendi bagus dan tegang. Ini melakukan pekerjaan yang indah menjaga integritas bersama.

Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves

Jenis-Jenis Rangka Apendikular Bagian Ekstremitas Bawah

Monday, June 20, 2016 | comments

Ekstremitas bawah

Ekstremitas bawah terdiri dari tulang koksa,pelvis, femur, tibia, fibula, tarsal, metatarsal, dan tulang-tulang phalangs.

1. Pelvis

Pelvis terdiri atas sepasang tulang panggul (hip bone) yang merupakan tulang pipih,penghubung antara badan dan anggota bawah,yaitu tulang sakrum dan koksigis yang bersendi satu dengan lainnya pada semfisis pubis. Bagian pelvis antara lain pelvis mayor dan pelvis minor,di batasi olehlinea terminalis.

2. Tulang koksa

Merupakan tulang pangkal paha yang berperan membentuk gelang panggul. Letaknya di setiap sisi depan bersatu dengan simfisis pubis dan membentuk sebagian besar tulang pelvis.

Terdiri dari :
A. Tulang usus(ilium),berjumlah 2 buah kiri dan kanan,berbentuk lebar dan gepeng serta melengkukng menghadap ke perut. Bagian melekuk disebut tibia iliaka,bagian tepi disebut krista iliaka dan bagian menonjol di sebut spina iliaka. Pada tulang ilium ini terdapat sebuah lobang mangkok sendi paha (asetabulum).

B. Tulang duduk (iski),berbentuk setengah lingkaran menghadap ke atas mempunyai tonjolan yang mampu bertumpu (tuber iskiadium).

C. Rongga panggul,merupakan rongga yang terbentuk oleh sambungan antar tulang panggul. Pada rongga ini terdapat alat kandungan dan organ vesikal urinia.

D. Foramen obturatum, merupakan foramen besar berbentuk lonjong di bawah asetabulumn dan dibatasi oleh tulang pubis dan tulang iski. Lubangnya berisi membran dan pada bagian atas adanya pembuluh darah dan saraf obturatum.

3. Femur

Merupakan tulang pipa terbesar dan terpanjang berhubungan dengan asetabulum membentuk kepala sendi yang disebut kaput femoris yang disebelah atas dan bawah terdapat taju (trokanter mayor dan trokanter minor).

Di bagian ujung membentuk persendian lutut terdapat dua buah tonjolan (kondilus medialis dan kondilus lateralis). Di antara 2 lekukan ini terdapat tempat letaknya tulang tempurung lutut (fosa kondilus).

Tulang tibialis dan fibularis merupakan tulang yang membentuk persendian lutut dengan femur. Tulang tibia bentuknya lebih kecil dan pada bagian pangkal melekat tulang fibula. Pada bagian ujung membentuk persendian dengan pangkal kaki dan terdapat taju (maleolus medialis).

4. Tarsal

Tarsal merupakan 7 tulang yang membentuk artikulasi dengan fibula dan tibia di proksimal dan dengan metatarsal di distal. Terdapat 5 tulang tarsal, yaitu calcaneus, talus, cuboid, navicular, dan cuneiform. Calcaneus berperan sebagai tulang penyanggah berdiri.

5. Metatarsal

Metatarsal merupakan 5 tulang yang pendek,berhubungan dengan tarsus dan falangus dengan perantara persendian.

6. Phalangs

Phalangs merupakan tulang jari-jari kaki. Terdapat 2 tulang phalangs di ibu jari dan 3 phalangs di masing-masing jari sisanya. Karena tidak ada sendi pelana di ibu jari kaki, menyebabkan jari tersebut tidak sefleksibel ibu jari tangan.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini
rangka apendikular bawah
rangka apendikular bawah

Baca Juga materi terkait lainnya


 
Copyright © 2013. IPA SMP
Template Created by IPA SMP