Showing posts with label anatomi jantung. Show all posts
Showing posts with label anatomi jantung. Show all posts

Jenis-Jenis Pembuluh Darah dan Komponen Penyusun Darah

Monday, July 4, 2016 | comments

Pembuluh Darah

Berfungsi untuk mengalirkan darah menuju ke jaringan dan sebaliknya. Pada vertebrata, sistem pembuluh darah terdiri atas tiga jenis, yaitu arteri, kapiler dan vena. Arteri dan vena tersusun atas tiga lapisan jaringan melingkar, membentuk saluran/ lumen di bagian tengahnya.

Ketiga lapisan jaringan tersebut berturut – turut dari arah dalam ke luar adalah tunika intima (endotelium), tunika media dan tunika adventitia. Pembuluh kapiler hanya tersusun atas tunika intima.

1. Arteri

Berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar jantung. Darah dalam arteri mengeluarkan tekanan yang cukup besar terhadap dinding pembuluh. Untuk menahan tekanan tersebut, arteri harus mempunyai dinding yang cukup tebal dan kuat.

anatomi struktur pembuluh darah
anatomi struktur pembuluh darah
Kekuatan tekanan darah tersebut sebenarnya berasal dari kekuatan yang dihasilkan oleh jantung saat berkontraksi. Dengan demikian, keberadaan serabut elastis pada dinding arteri sangat penting untuk memastikan aliran darah yang konstan ke kapiler.
Tekanan pada arteri ketika jantung berkontraksi dan berelaksasi disebut tekanan sistolik dan tekanan diastolik.

2. Kapiler

Merupakan pembuluh darah terkecil dalam sistem sirkulasi. Kapiler merupakan tempat terjadinya pertukaran gas serta berbagai zat lainnya anatara pembuluh darah dan sel jaringan.

Fungsi embuluh kapiler sebagai tempat pertukaran zat didukung oleh struktur pembuluh tersebut, yakni sangat tipis dan hanya tersusun atas satu lapis sel endotelial, serta total luas permukaannya yang sangat besar.

3. Vena

Vena merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk membawa darah dari jaringan kembali ke jantung. Venula adalah pembuluh vena paling kecil dan berhubungan langsung dengan kapiler.

Tekanan dalam venula jauh lebih rendah daripada tekanan dalam arteri, dan dinding pembuluh venapun lebih tipis daripada dinding pembuluh arteri. Sebagian besar vena dilengkapi dengan banyak klep, yang berguna untuk mencegah aliran darah kembali ke arah jaringan dan menjamin kelancaran aliran darah menuju jantung.

Berikut ini adalah perbedaan pembuluh darah arteri dan vena.

Komponen Penyusun Darah

Berfungsi mengangkut O2 dan CO2, zat-zat makanan dan sebaganya ke jaringan dan sebaliknya.
Darah tersusun atas plasma darah dan sel darah. Sel darah mencakup eritrosit, leukosit dan trombosit. Plasma darah mengandung sekitar 90% air dan berbagai zat terlarut/ tersuspensi di dalamnya. Zat tersuspensi tersebut mencakup beberapa jenis bahan berikut :

1. Protein plasma

Merupakan bahan yang penting untuk menentukan besarya tekanan osmotik dalam plasma. Kekuatan osmotik juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh pada hewan invertebrata, yang mempunyai sistem sirkulasi terbuka.

Pada hewan vertebrata tingkat tinggi, protein plasma dibedakan menjadi tiga yaitu : fibrinogen yang bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah, albumin yang bertanggung jawab mempertahankan volume plasma dan globulin yang betanggung jawab dalam berbagai fungsi, terutama yang berkaitan dengan reaksi kekebalan dan tarnspor molekul tertentu seperti hormon, vitamin dan zat besi.
  • Sari makanan, yaitu glukosa, monosakarida, asam amino dan lipid.
  • Bahan untuk dibuang dari tubuh, antar lain urea dan senyawa nitrogen.
  • Berbagai ion, misalnya natrium, kalium, klor, fosfat, kalsium, sulfat dan senyawa bikarbonat.
  • Bahan lain yang biasanya terdapat dalam darah, misalnya hormon, gas respiratori, vitamin dan enzim.

2. Sel Darah

A. Sel darah merah (eritrosit) berbentuk seperti cakram, tak berinti, ukuran ±7ยต, mengandung pigmen hemoglobin, pada pria jumlahnya ±5 juta per mm3, pada wanita ±4,5 juta er mm3.
Sel darah merah/eritrosit
Sel darah merah/eritrosit

B. Sel darah putih (leukosit), jumlah pada manusia normalnya berkisar antara 5.000 – 8.000 per mm3, terbagi menjadi dua golongan, yaitu :
  • Agranuler, terdiri dari limfosit (ukurannya kecil, mempunyai kromatin padat) dan monosit (ukurannya lebih besar dan kromatinnya tidak begitu padat).
  • Granuler, sitoplasmanya mengandung butir – butir granula, yang mudah menyerap zat warna. Macamnya adalah eosinofil (granulanya menyukai warna eosin), basofil (granulanya menyukai zat warna basa) dan eosinofil (bersifat netral dengan inti polimorf).

Neutrofil

Neutrofil adalah kelompok terbesar dari sel darah putih, membuat sekitar 45 sampai 75 persen dari jumlah darah putih. Neutrofil adalah fagosit, pemain utama dalam memerangi infeksi bakteri dan virus. Penurunan neutrofil di bawah 1.000 sel per mikroliter meningkatkan risiko pengembangan infeksi.

Neutrofil adalah “responden pertama” dalam peradangan: yang pertama di tempat kejadian untuk menghancurkan bakteri dan virus. Neutrofil memiliki jangka hidup yang pendek, hanya sekitar 10 jam. Neutrofil belum matang, yang disebut band, banyak di infeksi yang aktif. Penurunan neutrofil dikenal sebagai neutropenia, penyebab neutropenia termasuk pengobatan kemoterapi, infeksi bakteri dan virus, dan reaksi alergi.

Limfosit

Limfosit terdiri dari kelompok terbesar kedua dari sel-sel darah putih, 20 sampai 40 persen dari sel-sel darah putih adalah limfosit, menurut Merck. Ada tiga jenis limfosit: sel T, sel B dan sel-sel pembunuh alami. Sel B membuat antibodi yang menyerang antigen asing.

Sel T dan sel-sel pembunuh alami menyerang sel-sel asing dan juga membuat racun yang merusak penyerang. Peningkatan limfosit biasanya menunjukkan infeksi virus atau beberapa jenis infeksi bakteri. Sejumlah penurunan sel T ditemukan dalam infeksi, sel-sel tumor dan virus HIV. Limfosit yang meningkat menandakan infeksi dan penyakit seperti mononukleosis, menurut University of Nebraska at Omaha states.

Monosit

Monosit membuat 1 sampai 10 persen dari sel-sel darah putih. Monosit bergerak keluar dari aliran darah dan ke dalam jaringan, di mana mereka berubah menjadi makrofag, sel pemulung besar yang menghancurkan sel-sel asing, mengangkat jaringan mati dan membunuh sel kanker. Monosit akan meningkat saat infeksi kronis dan penyakit autoimun, kemoterapi dapat menyebabkan penurunan tingkat monosit.

Eosinofil

Eosinofil membentuk sekitar 7 persen dari sel-sel darah putih dan memulai reaksi alergi terhadap alergen. Sebuah jumlah yang meningkat dari eosinofil paling sering menunjukkan respon reaksi alergi, University of Nebraska at Omaha states, stres yang ekstrim atau invasi parasit juga dapat menyebabkan peningkatan eosinofil.

Basofil

Basofil mewakili kurang dari 3 persen dari sel-sel darah putih. Basofil berperan dalam reaksi alergi dengan melepaskan histamin, yang menyebabkan pembuluh darah membesar. Basofil juga membantu dalam memperbaiki luka dengan melepaskan heparin, yang menunda pembekuan darah sehingga lebih banyak sel dapat mencapai lokasi luka.
Leukosit
Leukosit

C. Trombosit (keping – keing darah), berfungsi dalam pembekuan darah, strukturnya berupa keping – keping kecil.
skema pembekuan darah
skema pembekuan darah

Pembagian Katup Jntung dan Lapisan-Lapisan Jantung

| comments

1. Katup-katup Jantung

Katup jantung berfungsi mempertahankan aliran darah searah melalui bilik-bilik jantung. Setiap katup berespon terhadap perubahan tekanan. Katup-katup terletak sedemikian rupa, sehingga mereka membuka dan menutup secara pasif karena perbedaan tekanan, serupa dengan pintu satu arah. Katup jantung dibagi dalam dua jenis, yaitu katup atrioventrikuler, dan katup semilunar.

a) Katup Atrioventrikuler

Letaknya antara atrium dan ventrikel, maka disebut katup atrioventrikuler. Katup yang terletak di antara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai tiga buah katup disebut katup trikuspid.
Terdiri dari tiga otot yang tidak sama, yaitu:
1) Anterior, yang merupakan paling tebal, dan melekat dari daerah Infundibuler ke arah kaudal menuju infero-lateral dinding ventrikel Dekster.


2) Septal, melekat pada kedua bagian septum muskuler maupun membraneus. Sering menutupi VSD kecil tipe alur keluar.

3) Posterior, yang merupalan paling kecil, Melekat pada cincin tricuspidalis pada sisi postero-inferior.

Sedangkan katup yang letaknya di antara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua daun katup disebut katup mitral/ katup bikuspid. Terdiri dari dua bagian, yaitu daun katup mitral anterior dan posterior. Daun katup anterior lebih lebar dan mudah bergerak, melekat seperti tirai dari basal bentrikel Sinister dan meluas secara diagonal sehingga membagi ruang aliran menjadi alur masuk dan alur keluar.

b) Katup Semilunar

Disebut semilunar (“bulan separuh”) karena terdiri dari tiga daun katup, yang masing-masing mirip dengan kantung mirip bulan separuh. Katup semilunar memisahkan ventrikel dengan arteri yang berhubungan.

Katup pulmonal terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan. Katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Adanya katup semilunar ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama systole ventrikel, dan mencegah aliran balik waktu diastole ventrikel .
pembagian katup jantung
pembagian katup jantung

2. Lapisan Jantung

Dinding jantung terutama terdiri dari serat-serat otot jantung yang tersusun secara spiral dan saling berhubungan melalui diskus interkalatus. Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan berbeda, yaitu:

a) Perikardium (Epikardium)

Epi berarti “di atas”, cardia berarti “jantung”, yang mana bagian ini adalah suatu membran tipis di bagian luar yang membungkis jantung.
Terdiri dari dua lapisan, yaitu
1. Perikardium fibrosum (viseral), merupakan bagian kantong yang membatasi pergerakan jantung terikat di bawah sentrum tendinium diafragma, bersatu dengan pembuluh darah besar merekat pada sternum melalui ligamentum sternoperikardial.

2. Perikardium serosum (parietal), dibagi menjadi dua bagian, yaitu Perikardium parietalis membatasi perikarduim fibrosum sering disebut epikardium, dan Perikarduim fiseral yang mengandung sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah pergerakan jantung.

b) Miokardium

Myo berarti “otot”, merupakan lapisan tengah yang terdiri dari otot jantung, membentuk sebagian besar dinding jantung. Serat-serat otot ini tersusun secara spiral dan melingkari jantung. Lapisan otot ini yang akan menerima darah dari arteri koroner.

c) Endokardium

Endo berarti “di dalam”, adalah lapisan tipis endothelium, suatu jaringan epitel unik yang melapisi bagian dalam seluruh sistem sirkulasi.
lapisan jantung
lapisan jantung

Letak Jantung dan Pembagian Ruang-Ruang Jantung

| comments

A. Letak Jantung

Jantung adalah organ berotot dengan ukuran sekepalan. Jantung terletak di rongga toraks (dada) sekitar garis tengah antara sternum atau tulang dada di sebelah anterior dan vertebra (tulang punggung) di sebelah posterior.

Bagian depan dibatasi oleh sternum dan costae 3,4, dan 5. Hampir dua per tiga bagian jantung terletak di sebelah kiri garis median sternum. Jantung terletak di atas diafragma, miring ke depan kiri dan apex cordis berada paling depan dalam rongga thorax.

Apex cordis dapat diraba pada ruang intercostal 4-5 dekat garis medio-clavicular kiri. Batas cranial jantung dibentuk oleh aorta ascendens, arteri pulmonalis, dan vena cava superior. Pada dewasa, rata-rata panjangnya kira-kira 12 cm, dan lebar 9 cm, dengan berat 300 sampai 400 gram.
Posisi jantung
Posisi jantung

B. Ruang Jantung

Jantung dibagi menjadi separuh kanan dan kiri, dan memiliki empat ruang, ruang bagian atas dan bawah di kedua belahannya. Ruang - ruang atas disebut atria (atrium, tunggal) menerima darah yang kembali ke jantung dan memindahkannya ke ruang – ruang bawah yang disebut ventrikel dan berfungsi memompa darah dari jantung.
Kedua belahan jantung dipisahkan oleh septum, suatu partisi otot kontinu yang mencegah pencampuran darah dari kedua sisi jantung. Pemisahan ini sangat penting, karena separuh kanan jantung menerima dan memompa darah beroksigen rendah sementara sisi kiri jantung menerima dan memompa darah beroksigen tinggi.

1) Atrium Dekster (Serambi kanan)

Dinding atrium Dekster tipis, rata-rata 2 mm. Terletak agak ke depan dibandingkan ventrikel Dekster dan atrium Sinister. Atrium Dekster merupakan muara dari vena cava. Vena cava superior bermuara pada dinding supero-posterior.

Vena cava inferior bermuara pada dinding infero-latero-posterior pada muara vena cava inferior ini terdapat lipatan katup rudimenter yang disebut Katup Eustachii. Pada dinding medial atrium Dekster bagian postero-inferior terdapat Septum Inter-Atrialis. Fungsi atrium Dekster adalah tempat penyimpanan dan penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik ke dalam ventrikel Dekster dan kemudian ke paru-paru.

2) Atrium Sinister (Serambi kiri)

Terletak postero-superior dari ruang jantung lain, sehingga pada foto sinar tembus dada tidak tampak. Tebal dinding atrium sinister 3 mm, sedikit lebih tebal dari pada dinding atrium dekster.

Endocardiumnya licin. Atrium sinister menerima darah yang sudah dioksigenasi dari 4 vena pumonalis yang bermuara pada dinding postero-superior atau postero-lateral, masing-masing sepasang vena dekster et sinister. Antara vena pulmonalis dan atrium Sinister tidak terdapat katup sejati.

Oleh karena itu, perubahan tekanan dalam atrium Sinister membalik retrograde ke dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan atrium Sinister yang akut akan menyebabkan bendungan pada paru. Darah mengalir dari atrium Sinister ke ventrikel Sinister melalui katup mitralis.

3) Ventrikel Dekster (Bilik kanan)

Terletak di ruang paling depan di dalam rongga thorax, tepat di bawah manubrium sterni. Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan depan ventrikel Sinister dan di medial atrium Sinister. Ventrikel Dekster berbentuk bulan sabit atau setengah bulatan, tebal dindingnya 4-5 mm.

Bentuk ventrikel kanan seperti ini guna menghasilkan kontraksi bertekanan rendah yang cukup untuk mengalirkan darah ke dalam arteria pulmonalis. Sirkulasi pulmonar merupakan sistem aliran darah bertekanan rendah, dengan resistensi yang jauh lebih kecil terhadap aliran darah dari ventrikel dekster, dibandingkan tekanan tinggi sirkulasi sistemik terhadap aliran darah dari ventrikel kiri.
Letak Jantung dan Pembagian Ruang-Ruang Jantung
Letak Jantung dan Pembagian Ruang-Ruang Jantung
Karena itu beban kerja dari ventrikel kanan jauh lebih ringan daripada ventrikel kiri. Oleh karena itu, tebal dinding ventrikel dekster hanya sepertiga dari tebal dinding ventrikel sinister. Selain itu, bentuk bulan sabit atau setengah bulatan ini juga merupakan akibat dari tekanan ventrikel sinister yang lebih besar daripada tekanan di ventrikel dekster.

Disamping itu, secara fungsional, septum lebih berperan pada ventrikel sinister, sehingga sinkronisasi gerakan lebih mengikuti gerakan ventrikel sinister. Atrium dekster dan ventrikel dekster dipisahkan oleh suatu katup atrioventrikularis (AV) yakni katup trikuspidalis.

4) Ventrikel Sinister (Bilik Kiri)

Berbentuk lonjong seperti telur. Tebal dinding ventrikel sinister 2-3x lipat tebal dinding ventrikel dekster, sehingga menempati 75% masa otot jantung seluruhnya. Tebal ventrikel sinister saat diastole adalah 8-12 mm.

Ventrikel sinister harus menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulasi sistemik, dan mempertahankan aliran darah ke jaringan-jaringan perifer. Sehingga keberadaan otot-otot yang tebal dan bentuknya yang menyerupai lingkaran, mempermudah pembentukan tekanan tinggi selama ventrikel berkontraksi.

Batas dinding medialnya berupa septum interventrikulare yang memisahkan ventrikel sinister dengan ventrikel dekster. Rentangan septum ini berbentuk segitiga, dimana dasar segitiga tersebut adalah pada daerah katup aorta. Atrium Sinister dan ventrikel sinister dipisahkan oleh suatu katup atrioventrikularis (AV) yakni katup bikuspidalis.

 
Copyright © 2013. IPA SMP
Template Created by IPA SMP