Haid Datang 5 Minit Sebelum Maghrib, Bagaimana Puasanya?

Monday, June 27, 2016 | comments


Apabila seorang wanita mulai kedatangan haid lima minit sebelum azan magrib, sama ada puasanya diteruskan atau batal?

Jawapan:

Alhamdulillah, dikutip dari IslamQA. Kalau seorang wanita telah keluar haid sebelum terbenam matahari, walaupun sesaat, maka puasanya batal. Maka dia harus mengqadha untuk hari itu.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata dalam kitab Majalis Syahri Ramadan, hal. 39: "Kalau haidnya telah terlihat dari seorang wanita yang sedang berpuasa meskpun sesaat sebelum magrib, maka puasa hari itu batal dan diharuskan mengqadha."

Dia tidak dibolehkan berpuasa dalam keadaan haid, kalau dia tetap melakukan (puasa), maka puasanya tidak sah.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam Al-Mughni, 4/397: "Jika wanita haid berniat puasa dan menahan (dari makan) padahal dia telah mengetahui keharaman akan hal itu, maka dia berdosa dan tidak diterima puasanya."

Wallahu a'lam.

sumber islampos.com

Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves

| comments

Sistem otot burung berbeda dalam banyak hal dari kebanyakan vertebrata daratan lain. Otot-otot leher dan rahang menunjukkan banyak spesialisasi yang dikaitkan dengan kebiasaan burung makan, fungsi paruh dan mobilitas gerakan leher. Vertebra di bagian tubuh burung banyak yang menyatu, sehingga menyebabkan adanya pengurangan otot di bagian dorsal. Otot perut pada burung juga kurang berkembang, sedangkan otot sayap ekstrinsik terutama otot pektoralis.
Jenis-Jenis Otot Pada Aves
Jenis-Jenis Otot Pada Aves
Aves dapat terbang karena mempunyai sayap dan berat badanya relatif ringan. Otot-otot yang berperan dalam proses terbang, adalah otot-otot pektoral (musculli pectoralis). Otot-otot pektoral terdiri dari 2 otot, yaitu otot pectoral mayor dan otot supracoracoideus atau lebih dikenal dengan otot pectoral minor (Young, 1962).


Kedua ujung otot pektoral terikat di carina atau sterni, sedang ujung lain terikat pada kepala humerus dari sayap di sebelah ventro lateral (Jasin, 1992). Warna otot pektoral ayam berbeda dengan otot pectoral merpati. Otot pektoral ayam berwarna putih, sedangkan otot pektoral merpati berwarna merah. Warna merah merupakan warna mioglobin. Semakin banyak mioglobin pada otot, maka semakin merah warna otot. Fungsi mioglobin sama dengan fungsi hemoglobin pada darah, yaitu sebagai pengikat oksigen (Harvey and Marshall,1983).

Otot pektoralis mayor merupakan otot depressor dan berkaitan dengan gerakan menurunkan sayap saat terbang. Otot pektoralis mayor ini menyusun 1/5 total berat tubuh burung. Otot pektoralis minor berperan dalam mengangkat sayap pada saat burung sedang terbang (Sukiya, 2005).

Otot pektoral menjadi bagian utama untuk gerakan depresor pada sayap. Kontraksi otot-otot pektoralis berperan menarik sayap kebawah dan kedepan yang memberikan daya angkat bagi tubuh burung. Otot suprakorakoid merupakan otot yang berkaitan dengan gerakan sayap keatas, juga terletak pada sternum arah proksimal dari pectoralis mayor dan masuk pada sisi atas humerus.

Otot suprakorakoid digunakan terutama saat akan terbang dan tidak dibutuhkan saat sedang terbang, berperan mengangkat sayap untuk terbang dengan tetap menjaga keseimbangan massa tubuh. Pada burung Merpati pengangkatan sayap terutama disebabkan oleh kontraksi otot suprakorakoideus, yang bermula pada sisi ventral dari sternum.

Tendon otot suprakorakoideus melewati foramen triosseum (sebuah lubang yang dibentuk oleh klavikula, korakoid, dan skapula) untuk menyisip pada humerus dan berperan menarik humerus. Susunan yang luar biasa tersebut memungkinkan otot-otot abduktor dan adduktor dari sayap untuk menyisip pada tulang yang sama. Otot-otot intrinsik pada sayap tereduksi, namun berkembang dengan baik pada kaki. (Faisal, 2012)

Pada burung kolibri , yang memiliki gerak sayap sangat cepat, otot lattisimus dorsi secara proporsional besar. Bagian yang agak erat kaitannya dengan otot deltoid adalah otot propatagialis yang mengirimkan tendo (urat daging) kedalam patagium atau jaringan kulit yang memanjang dari bagian pangkal sayap. Salah satu penegang (tensor) yang dikenal sebagai longus, memanjang dari pangkal humerus sepanjang batas pangkal potagium hingga pergelangan. Tensor yang lain disebut brevis dan memanjang dari humerus hingga bagian dekat lengan depan. Tensor ketiga dikenal sebagai “biseps slips” atau penegang tambahan, memanjang dari otot bisep ke sisi pangkal patagium (Sukiya, 2005).
Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves
Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves

Pada otot punggung aves (bagian belakang tubuh), otot ini di bagi menjadi 3 bagian, yakni :

  1. Trapezius (otot kerudung). Terdapat di semua ruas-ruas tulang vertebra. Berpangkal di tulang oksipital. Fungsinya mengangkat dan menarik sendi bahu. Bagian atas menarik scapula ke bagian medial dan yang bawah menarik ke bawah lateral.
  2. Muskulus latisimus dorsi (otot punggung lebar), berpangkal pada ruas tulang vertebra yang kelima dari bawah fasia lumboid, gunanya menutupi ketiak bagian belakang, menengahkan dan memutar tulang pangkal lengan ke dalam.
  3. Muskulus lumboid (otot belah ketupat), berpangkal dari ujung prosesus sifoid, dari tulang leher V, ruas tulang vertebra V, di sini menuju ke pinggir tengah tulang belikat. Gunanya menggerakkan tulang belikat ke atas dan ke tengah.

Sedangkan otot antara ruas vertebra dan kosta yang bekerja menggerakkan kosta atau otot bantu pernapasan. Terdiri dari dua:

  1. Muskulus seratus inferior superior (otot gergaji belakang bawah). Terletak di bawah otot punggung lebar, berpangkal di fasia lumbodorsalis dan menuju ke kosta dari bawah. Gunanya menarik tulang kosta ke bawah pada waktu bernapas.
  2. Muskulus seratus posterior superior, terletak dibawah otot belah ketupat. Gunanya menarik kosta ke atas waktu inspirasi.

Pada aves juga memiliki otot-otot yang menghubungkan otot-otot yang menghubungkan lengan atas dengan tubuh.

tabel jenis otot pada aves

Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves

Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil

| comments

Sistem otot pada reptil mengalami modifikasi untuk mendukung organ-organ vissera, berat badan, dan juga untuk memungkinkan beberapa jenis gerakan. Begitu juga dengan otot-otot respirasi telah teradaptasi untuk kehidupan di darat dan berkembang dengan baik. . Reptilia memiliki sistem otot daging yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan amfibia, karena otot daging harus mendukung tubuh di daratan yang bersifat lebih berat dari pada di dalam air. Selain itu juga untuk gerakan-gerakan yang sifatnya harus cepat (Jasin, 1984: 273).

Kadal dan buaya memiliki kekuatan pada rahang karena didukung oleh otot adduktor pada rahang. Otot ini muncul dari fossa temporal dan menyisip pada sudut kanan untuk membuka rahang. Otot-otot adduktor memanjang dari daerah temporal menuju rahang bawah. Otot adduktor yang utama adalah otot pterigoideus, yang muncul dari tulang-tulang pterigoid pada langit-langit dan menyisip pada bagian posterior rahang bawah.


Otot pterigoideus memberi penampakan yang gemuk pada rahang kadal jantan. Otot depresor mandibula berperan membuka rahang, muncul dari bagian belakang tengkorak dan menyisip pada prosesus retroartikular dari mandibula, otot ini lebih lemah dibandingkan otot-otot lain yang juga berperan menutup rahang (Faisal, 2012).

Otot aksial (otot badan) reptil mulai menunjukkan beberapa spesialisasi seperti yang ditemukan pada mamal. Otot reptil terutama untuk gerakan lateral tubuh dan menggerakkan ruas-ruas tulang belakang. Hal ini bisa diamati terutama pada bangsa ular sebab jaringan otot lengan sudah menghilang. Otot rangka pada kura-kura dan kerabatnya sangat berkurang kecuali pada daerah leher akibat adanya karapaks dan plastron.

Dermal atau otot kulit berkembang baik pada reptil, dan perkembangan yang sangat baik terjadi pada ular. Jaringan otot tungkai pada reptil menunjukkan variasi bergatung pada tipe gerakannya (Sukiya, 2003). Otot epaksial berada pada permukaan dorsal, sementara otot hipaksial berada pada permukaan ventral dan diantara kosta. Otot-otot epaksial kurang mengalami modifikasi jika dibandingkan dengan otot-otot hipaksial, otot-otot epaksial juga kehilangan sifat metamerisme dan tersusun dalam berkas serabut otot.

Disamping fungsinya yang memungkinkan gerakan dari satu sisi ke sisi yang lain pada kolumna vertebra, otot-otot epaksial juga melakukan fungsi yang lain yaitu mendukung, meluruskan atau membengkokkan kolumna vertebra. Tulang rusuk terbentuk dalam miosepta dari otot-otot dinding tubuh sepanjang kolumna vertebra pada sebahagian besar Ular.

Terdapat 20 otot yang berbeda pada masing-masing sisi dari setiap ruas vertebra, otot-otot tersebut menghubungkan antara satu vertebra dengan vertebra yang lain, antara vertebra dengan tulang rusuk, dan antara tulang rusuk dan vertebra dengan kulit, serta membantu membentuk dan mengontrol lekukan tubuh.

Otot-otot pada dinding abdominal tidak mengalami segmentasi dan memiliki tiga lapisan, yaitu eksternal oblique, internal oblique, dan abdominal transversal. Otot-otot hipaksial pada dinding tubuh bagian dada dikenal sebagai otot-otot interkosta, membantu mengangkat dan menurunkan sangkar rusuk dalam proses respirasi. Otot-otot pada tungkai, gelang bahu, dan gelang pinggul terdiri dari otot-otot ekstensor dorsal dan otot-otot fleksor ventral.

Dalam membentuk gerakan kuadrupedal, otot-otot yang menempel pada humerus dan femur mesti merotasi tulang-tulang tersebut ke depan dan ke belakang dengan tetap mempertahankan dalam posisi horizontal pada sudut yang tepat, sehingga tubuh tetap berada diatas substrat. Otot-otot segmental berperan menghubungkan sisik ventral dengan kosta, kontraksi otot-otot segmental juga membantu ular bergerak ke depan.
Sistem Muskular Pada Reptil
Sistem Muskular Pada Reptil
Otot-otot pada lengkung faringeal yang pertama berlanjut untuk menggerakkan rahang dan otot-otot pada lengkung faringeal yang kedua menempel pada rangka hioid. Otot-otot pada sisa lengkung berhubungan dengan faring dan laring. Otot-otot integumen ekstrinsik menyisip pada permukaan bawah dermis dan memungkinkan gerakan bebas bagi kulit (Faisal, 2012).

Fungsi-fungsi otot pada reptile :

  1. Trapezius : untuk memperkuat bahu.
  2. Latissimus dorsi : untuk memperkuat punggung.
  3. Interkosta : untuk mengangkat rusuk.
  4. Rectus abdominis : untuk mengempiskan dinding perut.
  5. Transverses : untuk menekan perut, menegangkan dan menarik dinding perut.
  6. External oblique : rotasi thoraks ke sisi yang berlawanan.
  7. Internal oblique : untuk rotasi thoraks ke sisi yang sama.
  8. Extensors : pergerakan pergelangan tangan.

Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves

Sistem Muskularis Pada Amfibi

| comments

Sistem otot pada amfibi, seperti system – system organ yang lain, sebagai transisi antara ikan dan reptile. Sistem otot pada ikan berpusat pada gerakan tubuh ke lateral, membuka dan menutup mulut serta gill apertura (celah insang) dan gerakan sirip yang relative sederhana. Kebutuhan hidup di darat mengubah susunan ini.
Otot yang menyusun katak tampak ventral
Otot yang menyusun katak tampak ventral
Sistem otot aksial pada amfibi masih metamerik seperti pada ikan tapi tampak tanda – tanda perbedaan. Sekat horizontal membagi otot dorsal dan ventral. Bagian dari system otot epaksial atau dorsal mempengaruhi gerakan kepala. Otot ventral adalah bukti dalam pembagian otot – otot setiap segmen tubuh amfibi.

Selanjutnya otot hipaksial terbagi – bagi dalam lapisan – lapisan, kemudian membentuk otot – otot oblique eksternal, oblique internal dan otot transersus, sedangkan otot dermal sangat kurang. Berbagai macam gerakan pada amfibi yaitu berenang, berjalan, meloncat atau memanjat, melibatkan perkembangan berbagai tipe otot. Beberapa diantaranya terletak dalam tungkai itu dan berupa otot intrinsik.


Sama halnya dengan vertebrata yang lain, tubuh katak mengandung tiga macam otot, yaitu berserat halus (otot polos), otot jantung, dan otot berserat melintang (otot lurik). Perbedaan ini berdasarkan susunan secara mikroskopis dan fisiologis. Otot terdidri atas serat – serat yang satu sama lain digabung oleh jaringan ikat. Kedua ujung biasanya melekat pada tulang yang berlainan. Bagian central yang pasif disebut “origin” sedang bagian distal yang merupakan bagian yang aktif bergerak disebut “insertion”. Banyak otot yang memiliki perluasan dengan jaringan ikat sehingga dapat membungkus sebelah ujung tulang yang disebut “tendon”.

Otot daging yang dipengaruhi oleh saraf (Otot lurik) dibagi atas 3 bentuk struktur umum :

  1. Otot daging yang melebar dan pipih misalnya m. obliqus externus dan transverses yang membentuk dinding abdomen
  2. Otot daging gililk (silindris) dengan ujung yang menyisip, misalnya biceps
  3. Otot daging sphincter dengan serat melingkar, misalnya sphincter yang berfungsi untuk menutup anus
Dalam berbagai gerakan tubuh, beberapa otot daging bereaksi bersama – sama dengan beberapa kontraksi. Koordinasi dalam hal ini ddilakukan oleh system saraf. Tiap – tiap serat atau berkas otot mempunyai akhir ujung saraf motoris yang membawa perintah untuk merangsang kontraksi.

Otot yang menyusun katak tampak dorsal
Otot yang menyusun katak tampakdorsal

Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves

Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung)

| comments

Sistem perototan atau muskularis pada ikan adalah sama seperti pada system perototan vertebrata lainnya yang terdiri dari otot rangka, otot polos dan otot jantung. Sistem musularis yang paling sederhana ditemukan pada kelompok Cyclostomata karena posisi evolusinya dan tidak adanya spesialisasi pada otot.

Berdasarkan bentuknya, otot pada ikan terbagi atas Cyclostomine yang dimiliki oleh kelompok Agnatha dan Piscine yang termasuk golongan Osteichtyes dan Condrihthyes. Pada kelompok Cyclostomine, bentuk myomere terdiri dari satu lekukan ke dalam dan dua lekukan keluar dimana ujungnya tumpul. Sedangkan pada myomere penyusun otot piscine memiliki lekukan yang ujungnya tajam. Penyebutan otot rangka pada ikan tergatung dari system gerak yang dilakukan, lokasi otot, struktur otot dan pergerakannya.
Sistem otot pada pisces
Sistem otot pada pisces

Berdasarkan lokasinya otot dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Otot Rangka (Skeletal muscle)
b. Otot Non Rangka (Non Skeletal muscle)

Berdasarkan pergerakannya, otot dibedakan menjadi :

a. Otot Sadar (Voluntary)
b. Otot Tak Sadar (Involuntary)

Berdasarkan strukturya, otot dibedakan menjadi :

a. Otot Jantung
b. Otot Polos
c. Otot Lurik / Otot bergaris


A. Otot Jantung

Otot jantung (myocardium) tersusun atas otot itu sendiri dan jaringan ikat. Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah, masing-masing berhubungan satu sama lainnya. Otot jantung berkontraksi kuat dan terus menerus bekerja, sampai individu ini mati.

Kerja otot jantung ini sifatnya involuntary karena bekerja diluar rangsangan otak. Secara embriologi, otot jantung merupakan tipe istimewa dari otot polos, dimana sel-selnya menjadi bersatu seperti syncytium. Otot ini berwarna merah tua, berbeda dengan otot bergaris yang berkisar antara warna putih hingga warna merah jambu bergantung pada jenis 30 ikannya. Otot ini disebut pula sebagai myocardium. 

Myocardium ini dilapisi oleh selaput pericardium (selaput luar) dan endocardium (selaput dalam). Otot pada ventrikel lebih tebal daripada otot pada atriumnya. Myocardium terbungkus dua lapisan yaitu lapisan terluarnya disebut epicardium dan lapisan dalamnya disebut endocardium. Kedua apisan tersebut membungkus komponen otot rangka yang disebut pericardium.

B. Otot Polos

Serabut otot polos lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. Serabut ini tumbuh dari mesenchim embrio. Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat, kemudian berkembang menjadi otot polos. Kerja otot polos ini disebut involuntary karena kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsangan otak. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan, Tetapi banyak pula yang tersebar. Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama.

Otot polos antara lain terdapat pada:

a. Otot polos yang terdapat pada dinding saluran pencernaan, baik yang melingkar maupun yang memanjang. Otot ini digunakan untuk meng-gerakkan makanan 29 (gerakan peristaltik); yang lainnya ditemukan pada saluran kelenjar pencernaan, kantung urine, trakhea dan bronkhi dari paru-paru.

b. Otot polos yang terdapat pada saluran peredaran darah, yaitu urat daging melingkar berguna untuk mengatur tekanan darah.

c. Otot polos yang terdapat pada mata yang digunakan dalam mengatur akomodasi
dengan menggerakkan lensa mata dan mengatur intensitas cahaya.

d. Otot polos yang terdapat pada saluran ekskresi dan reproduksi digunakan dalam menggerakkan produk yang ada di dalamnya.

C. Otot Lurik atau Otot Bergaris

Otot lurik dinamakan demikian karena serabut ototnya meperlihatkan adanya garis – garis melintang dengan banyak inti yang tersebar pada bagian pinggir serabut. Serabut otot lurik tersususn atas ikatan sebanyak 20 sampai 30 buah serabut dan dinamakan fasciculum. Otot lurik merupakan otot sadar (voluntary) dan biasa diberi nama untuk memudahkan dalam pengenalannya sesuai dengan letak, fungsi, asal dan lain sebagainya.

Dinamakan sebagai otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit dan berfungsi dalam pergerakan antar tulang dan pergerakan seluruh tubuh.

Otot parietal pada ikan terdiri dari myomer (pada vertebrata tingkat rendah) atau myotom (pada vertebrata tingkat tinggi) yang berpola zig-zag dan diiikat oleh myoseptum. Myoseptum adalah bagian jaringan ikat yang membatasi antara myomere yang berurutan dan berfungsi untuk mengikat dan menyatukan myomere – myomere tersebut. 

Myomer terbentang mulai dari tengkorak sampai ujung ekor yang berdaging. Setiap myomer terdiri dari bagian dorsal yang disebut epaksial dan bagian ventral disebut hypaksial. Keduanya dipisahkan oleh jaringan ikat yang disebut horizontal skeletogeneus septum. Di bagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya dinamakan musculus lateralis superficialis. 

Jaringan tersebut merupakan jaringan ikat yang melekat antara musculus dan integument. Umumnya serabut otot mengarah anteroposterior, tetapi beberapa serabut hypoksial dari setiap myomer tersusun serong ventromedial. Kontraksi dari kelompok myomer di satu pihak akan disambut oleh kontraksi kelompok myomer di lain pihak, menyebabkan tubuh ikan menjadi meliuk-liuk dalam gerakan berenang.

Pada ikan – ikan tertentu dari kelompok Bony-fish, pada horizontal skeletogoneus septumnya terjadi penimbunan lemak yang terlihat berwarna gelap atau merah disebut sebagai red muscle atau dark muscle.

Pada umumnya kerja otot memiliki fungsi ganda, ada yang berfungsi sebagai synergis yang bekerja saling menyokong dengan yang lainnya, ada pula yang berfungsi sebagai antagonis yang bekerja berlawanan, yaitu satu berkontraksi dan yang lainnya mengendur.

Bagian-bagian besar otot bergaris pada tubuh ikan ada empat, yaitu:

  1. Otot ocolomotor, yang terdapat pada mata denganjumlah tiga pasang
  2. Otot hypobranchial, terdapat pada dasar pharynx, rahang, hyoid dan lengkung insang (berfungsi sebagai pengembang).
  3. Otot branchiomeric yang terdapat pada muka, rahang dan lengkung insang
    (berfungsi sebagai pengkerut). Otot yang bekerja terhadap rawan insang pada hiu ialah kelompok otot branchial yang terdiri dari otot-otot konstriktor, levator dan interakualia.
  4. Otot appendicular yang berfungsi untuk menggerakkan sirip.

Pada daerah sirip berpasangan (sirip perut dan sirip dada), otot-ototnya melanjutkan diri ke dinding tubuh, terjadi pelekatan ikatan otot hypaksial dari beberapa myomer yang berurutan ke gelang anggota dan menyebar pada sirip, membentuk dua macam kelompok otot yaitu Abductor (untuk menegakkan) dan Adductor (untuk mengembangkan), dengan beberapa tambahan seperti lembaran otot tipis yang di antara jari-jari sirip (untuk melipat) dan otot yangmenegang dan menggerakkan girdle.

Dalam beberapa hal, sirip berpasangan selain berfungsi untuk pergerakan, juga sebagai alat untuk menyalurkan sperma dari ikan jantan kepada betina pada golongan ikan Elasmobranchii, sehingga urat daging di sini pun berfungsi sebagai pendorong sperma keluar.

Otot sirip-sirip tunggal berfungsi untuk menggerakkan sirip-sirip tersebut. Otot-otot permukaan pada sirip punggung dan sirip dubur disusun sebagai pasangan otot protractor (penegang) dan retractor (pengendur). Sirip ekor mempunyai gumpalan otot lateral yang dihubungkan oleh otot pada bagian dasarnya. Otot ekor berfungsi menggerakkan (dorsal flexor dan ventral flexor) dan mengembangciutkan seperti kipas (flexor, interfilamental diantara jari-jari sirip)
Sistem Muskularis PAda Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung)
Sistem Muskularis PAda Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung)

Organ Listrik

Pada beberapa Elasmobranchii dan Teleostei, otot-otot tertentu sudah jauh berubah atau merupakan modifikasi dari sel-sel otot yang dapat menghasilkan, menyimpan, dan mengeluarkan muatan listrik. Jumlah ikan yang diketahui mempunyai organ listrik kira-kira 500 spesies yang tergolong dalam tujuh family Chonrichtheys dan Osteichthyes. Organ listrik ini dapat ditemukan pada ekor (ikan pari listrik) di bawah kulit (Teleostei), pada sirip, di belakang mata (star-gazer), atau pada sebagian besar permukaan tubuh (belut listrik).

Pada umumnya organ listrik ini berasal dari otot yang memiliki ragam penampilan, lokasi, struktur, dan juga fa’alnya. Ikan yang hidup pada daerah beriklim sedang mempunyai voltage yang lebih tinggi dari pada ikan yang hidup pada daerah dingin. Pada umumnya ikan laut mempunyai voltase tinggi dibanding ikan air tawar, kecuali ”electric eel” (Electrophoros) dan ” electric cat fish” 36 (Malapterurus electricus).

Ikan yang memiliki organ listrik bervoltase tinggi, organ listriknya berfungsi sebagai senjata untuk bertahan terhadap serangan predator dan alat untuk mencari makan, contohnya, Electrophorus electricus, Torpedo nobilian, Malapterurus electricus. Sedangkan ikan bervoltase rendah, organ listriknya berfungsi sebagai bagian dari sistem electrosensory dan dapat bula berfungsi sebagai alat komunikasi antar ikan, contohnya, Mormyrus rume, Gymnotus carapo, Gymnoranchus niloticus, Raja clavata. Organorgan tersebut berasal dari kelompok otot branchiomer, sebab diatur oleh syaraf kranial ke 7 dan ke 9. Ikan Raja dan Electrophorus, organ listriknya terletak pada ekor dan berubah dari kelompok otot hypaksial.

Pada Electrophorus electricus (belut laut), organ listriknya mengeluarkan muatan listrik antara 350 - 650 volt. Ikan ini memiliki ukuran tubuh hingga panjang 3 meter, termasuk ikan dengan pergerakan lamban dan hidup pada daerah yang visibiltasnya rendah.

Pada ikan Torpedo nobilian yang hidupnya di dasar laut dengan pergerakannya lamban, mengeluarkan cahaya sampai 220 volt. Malapterurus electricus, hidup di sungai yang gelap di benua Afrika, panjangnya bisa sampai satu meter dan dapat mengeluarkan muatan listrik sebesar 350 volt. Komunikasi, orientasi, dan deteksi terhadap mangsa merupakan fungsi yang paling umum dari organ listrik.

Pada beberapa spesies, organ 37 listrik dipergunakan juga untuk menyerang lawan atau mempertahankan diri, bahkan ikan-ikan besarpun dapat dilemahkan dengan muatan listrik yang lebih kuat. Ikan-ikan listrik memancarkan muatan yang tetap, dan sangat sensitif terhadap gangguan-gangguan yang dihasilkan oleh obyek di dalam medan listrik dekat tubuhnya.

Unit fungsional organ listrik adalah electroplaks, berupa sel berinti banyak, berbentuk uang logam besar. Umumnya sebelah permukaannya datar melipat-lipat kecil; mito-khondria terkonsentrasi di bawah selaput ini. Permukaan datar yang sebelahnya lagi penuh dengan syaraf-syaraf yang masuk. Beratus bahkan beribu-ribu electroplaks bertumpuk membentuk batang, dan banyak batang-batang terdapat dalam satu organ.

Dalam stadium istirahat, potensial listrik tumbuh antara permukaan dalam (negatif) dan permukaan luar dari setiap electroplaks. Jika organ tersebut dirangsang oleh sarafnya, potensial listrik sejenak berbalik dengan demikian arus listrik melampaui potensial istirahatnya.

Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves



Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot

| comments

Berdasarkan strukturnya dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Otot Polos

Otot polos terdiri dari sel-sel otot polos. Sel otot ini bentuknya seperti gelendongan, dibagian tengan terbesar dan kedua ujungnya meruncing. Otot polos memilki serat yang arahnya searah panjang sel tersebut miofibril. Serat miofilamen dan masing-masing mifilamen teridri dari protein otot yaitu aktin dan miosin. Otot polos bergerak secara teratur, dan tidak cepat lelah.

otot polos
otot polos
Walaupun tidur. otot masih mampu bekerja. Otot polos terdapat pada alat-alat dinding tubuh dalam, misalnya pada dinding usus, dinding pembuluh darah, pembuluh limfe, dinding saluran pencernaan, takea, cabang tenggorok, pada muskulus siliaris mata, otot polos dalam kulit, saluran kelamin dan saluran ekskresi (Ville,1984).


Cara kerja otot polos

Untuk lebih jelasnya penjelasan lebih rinci mengenai kontraksi dan releksasi otot polos  dapat di pelajari di artikel ini mekanisme kontraksi otot polos

Bila otot polos berkontraksi, maka bagian tengahnya membesar dan otot menjadi pendek. Kerutan itu terjadi lambat, bila otot itu mendapat suatu rangsang, maka reaksi terhadap berasal dari susunan saraf tak sadar (otot involunter), oleh karena itu otot polos tidak berada di bawah kehendak. Jadi bekerja di luar kesadaran kita.



2. Otot lurik

Sel-sel otot lurik berbentuk silindris atau seperti tabung dan berinti banyak, letaknya di pinggir, panjangnya 2,5 cm dan diameternya 50 mikron. Sel otot lurik ujungnya sel nya tidak menunjukkan batas yang jelas dan miofibril tidak homogen akibatnya tampak serat-serat lintang. Otot lurik di bedakan menjadi 3 macam, yaitu : otot rangka, otot lurik, dan otot lingkar.

Otot-otot rangka mempunyai hubungan dengan tulang dan berfungsi menggerakkan tulang. Otot ini bila di lihat di bawah mikroskop, maka tampak susunannya serabut-serabut panjang yang mengandung banyak inti sel, dan tampak adanya garis-garis terang di selingi gelap yang melintang (Ville,1984).

Otot-otot kulit seperti yang terdapat pada roman muka termasuk otot-otot lurik berada di bawah kehendak kita. Perlekatannya pda tulang dan kulit, tetapi ada juga terdapat dalam kulit seluruhnya. Otot-otot yang merupakan lingkaran di sebuah otot lingkaran, misalnya otot
yang mengelilingi mulut dan mata.
otot lurik
otot lurik
Otot yang berperan dalam melakukan suatu gerakan adalah otot rangka, salah satu ujung otot rangka melekat pada bagian tidak bergerak (origo) dan ujung lain yang melekat pada bagian yang bergerak (insersio). Untuk melekat pada rangka otot menggunakan tendo atau aponeurosis. Otot berhubungan dengan tulang melalui jaringan ikat padat yang disebut tendon, missal otot biceps dan triceps. Bagian tengah otot (badan otot) disebut Belly. Tendon pada pangkal tidak menggerakkan tulang (bersifat origo) dan pada ujung menggerakkan tulang (bersifat insersio).

Cara kerja otot lurik

Bila otot lurik berkontraksi, maka menjadi pendek dan setiap serabut turut dengan berkontraksi. Otot-otot jeis ini hanya berkontraksi jika di rangsangan oleh rangsangan daraf sadar (otot valunter). Kerja otot lurik adalah bersifat sadar, karena itu disebut otot sadar, artinya bekerja menurut kemauan, karena itu di sebut otot sadar, artinya bekerja menurut kemauan atau perintah otak. Reaksi kerja otot lurik terhadap perangsang cepat tapi tidak tahan kelelahan.

3. Otot jantung

Otot jantung merupakan otot “istimewa”. Otot ini bentuknya seperti otot lurik perbedaanya ialah bahwa serabutnya bercabang dan bersambung satu sama lain. Berciri merah khas dan tidak dapat dikendalikan kemauan. Kontraksi tidak di pengaruhi saraf, fungsi saraf hanya untuk percepat atau memperlambat kontraksi karena itu disebut otot tak sadar.

Otot jantung di temukan hanya pada jangtung (kor), mempunyai kemampuan khusus untuk mengadakan kontraksi otomatis dan gerakan tanpa tergantung pada ada tidaknya rangsangan saraf. Cara kerja otot jantung ini disebut miogenik yang membedakannya dengan neurogonik (Ville,1984).

mekanisme kontraksi otot jantung bisa dpelajari diartikel ini mekanisme kontraksi otot jantung


Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves


Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot

| comments

Pengertian Otot

Otot adalah efektor yang berfungsi untuk pergerakan. Otot merupakan salah satu dari 4 jenis jaringan, dan jaringan otot dikombinasikan dengan saraf, pembuluh darah, dan jaringan penghubung lainnya. Jaringan Otot sangatlah kompleks.

Pengertian Otoot, Karakteristik, dan Fungsi Otot
Pengertian Otoot, Karakteristik, dan Fungsi Otot
Otot merupakan suatu organ/alat penting bagi organisme. Gerak sel terjadi karena sitoplasma merubah bentuk. Pada sel-sel sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang panjang disebut miofibril. Kalau sel otot yang mendapatkan rangsangan maka miofibril akan memendek, dengan kata lain sel otot akan memendekkan dirinya kearah tertentu.


Otot merupakan jaringan pada tubuh manusia dan hewan yang bercirikan mampu berkontraksi, aktivitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem saraf. Unit dasar dari seluruh jenis otot adalah miofibril yaitu struktur filamen yang berukuran sangat kecil yang tersusun dari protein kompleks, yaitu filamen aktin dan miosin. Pada saat berkontraksi, filamen-filamen tersebut saling bertautan yang mendapatkan energi dari mitokondria di sekitar miofibil.

Karakteristik Jaringan Otot

1. Excitability

Yaitu kemampuan untuk menerima dan menanggapi rangsangan.
  • Pada otot rangka, stimulus adalah neurotransmitter (sinyal kimia) yg dikirim oleh neuron (sel saraf). Pada otot polos, stimulus bisa menjadi neurotransmitter, hormon dan pereganga.
  • Pada otot jantung, rangsangan bisa menjadi neurotransmitter, hormon, atau peregangan.
Respon adalah generasi dari sebuah impuls listrik yang bergerak sepanjang membran plasma sel otot.

2. Contractility

Yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan.

3. Extensibility

Yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula

4. Elasticity

Yaitu kemampuan otot untuk kembali ke bentuk semula

Fungsi Otot

1. Sebagai Alat Gerak

  • Gerakan bagian tubuh dan lingkungan
  • Gerakan darah melalui jantung dan pembuluh peredaran darah
  • Gerakan getah bening melalui pembuluh limfatik
  • Gerakan makanan (dan, kemudian, limbah makanan) melalui saluran pencernaan
  • Gerakan keluar empedu dari kandung empedu dan masuk ke saluran pencernaan
  • Gerakan air seni melalui saluran kemih
  • Gerakan semen melalui saluran reproduksi laki-laki dan saluran reproduksi wanita
  • Gerakan bayi yang baru lahir melalui jalan lahir

2. Pemeliharaan postur

Kontraksi otot terus-menerus memungkinkan kita untuk tetap tegak. Otot-otot leher adalah penjaga kepala agar tetap dalam posisi tegak. Ketika berdiri, otot kaki membuat badan menapak pada dua kaki.

3. Thermogenesis

Generasi panas. Terjadi melalui menggigil - suatu kontraksi spontan dari otot rangka.

4. Stabilisasi sendi

Otot menjaga tendon yang melintasi sendi bagus dan tegang. Ini melakukan pekerjaan yang indah menjaga integritas bersama.

Baca Artikel Terkait Lainnya

  1. Pengertian Otot, Karakteristik, dan Fungsi Otot 
  2. Mengenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Otot 
  3. Sistem Muskularis Pada Pisces/Ikan (Otot Polos, Otot Lurik, Otot Jantung) 
  4. Sistem Muskularis Pada Amfibi 
  5. Jenis-Jenis Otot Pada Reptil / Sistem Muskularis Pada Reptil 
  6. Jenis-Jenis Otot Pada Aves / Sistem Muskularis Pada Aves
 
Copyright © 2013. IPA SMP
Template Created by IPA SMP