Showing posts with label XI IPA Semester II. Show all posts
Showing posts with label XI IPA Semester II. Show all posts

2 Macam Pembuluh Limfe Yang Sangat Penting Bagi Manusia

Saturday, October 1, 2016 | comments

Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena tetapi memiliki lebih banyak katup, pembuluh limfe yang terkecil atau kapiler limfe lebih besar dari kapiler darah dan hanya terdiri dari selapis endothelium.

Pembuluh limfe bermula sebagai jalinan halus kapiler yang sangat kecil atau sebagai rongga –rongga limfe di dalam jaringan sebagai organ. Pembuluh limfe khusus vili usus hslus yang berungsi sebagai absorpsi lemak (kilomikron)disebut lacteal villi.

Berperan dalam pengumpulan cairan dari ruang-ruang jaringan dan mengembalikannya ke darah. Cairan ini dinamakan cairan limfe. Limfe hanya beredar dalam satu arah, yaitu ke arah jantung.
Kapiler limfe berasal dari berbagai jaringan sebagai pembuluh tipis dengan ujung terbuka. Mereka terdiri atas satu lapisan endotelium. Pembuluh yang tipis ini bergabung dan berakhir sebagai 2 saluran limfe besar, yaitu :

A. Duktus torasikus (Pembuluh Limfe Dada)

Pembuluh ini mengangkut limfe yang berasal dari bagian tubuh sebelah kiri dan bermuara ke pembuluh balik di bawah vena subclavia sinistra (vena yang melewati tulang selangka kiri). yang dimulai dari pembuluh limfe yang terdapat didepan vertebra lumbalis menuju ke bagian atas, akhirnya bermuara ke vena brakiosefalika kemudian ke vena cafasuperior,


Duktus torasikus ini merupakan kumpulan dari pembuluh limfe yang berasal dari kepala kiri,leher kiri,dada sebelah kiri bagian perut, anggota gerak bawah dan alat-alat dalam rongga perut.

Pembuluh limfe dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak yang diserap dari usus. Lemak inilah yang menyebabkan cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan.


B. Ductus Limfaticus Dexter (Pembuluh Limfe Kanan)

Merupakan Pembuluh limfe yang mengangkut limfe dari kepala kanan,leher kanan,dada kanan dan lengan sebelah kanan yang bermuara pada vena kava subclavia dekstra (vena yang melewati tulang selangka sebelah kanan).

Di antara pembuluh-pembuluh limfe terdapat kelenjar-kelenjar limfe. Dengan pengecualian sistem syaraf dan sumsum tulang, sistem limfe ditemukan pada hampir semua organ. Pembuluh limfe mempunyai struktur yang mirip dengan vena kecuali mereka mempunyai dinding yang lebih tipis dan tidak mempunyai batas yang nyata antara ketiga lapisan (intima, media, dan adventitia). Seperti vena, mereka mempunyai banyak katup-katup interna.
Duktus limfatikus
Duktus limfatikus

Akan tetapi, katup-katup ini lebih banyak pada pembuluh limfe. Antara katup-katup pembuluh limfe melebar dan mempunyai bentuk noduler.

Seperti vena, sirkulasi cairan limfe dibantu oleh kerja gaya eksterna (misalnya kontraksi otot-otot sekitarnya) pada dindingnya. Gaya-gaya ini bekerja secara tidak kontinu, dan aliran limfe terutama terjadi sebagai akibat adanya banyak katup dalam pembuluh ini dan irama kontraksi otot-otot polos yang terdapat dalam dindingnya.

Duktus limfaticus ukuran besar mempunyai struktur yang mirip dengan vena dengan penguatan otot polos pada lapisan media. Pada lapisan ini, berkasberkas otot tersusun longitudinal dan sirkuler, dengan serabut-serabut longitudinal lebih banyak.

Fungsi Sistem Limfatik Bagi Manusia dan Penjelasannya Secara rinci

| comments

A. Sistem limfatik.

Sistem limfatik adalah sebuah sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfe atau cairan limfe dalam tubuh yang berasal dari plasma darah, cairan ini kemudian di kumpulkan oleh sistem limfa melalui proses di fusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi. sistem ini dianggap juga sebagai sistem pelengkap dari sisitem imunitas tubuh.

B. Fungsi Sistem Limftik

Sistem limfatik memiliki tiga fungsi utama yaitu:

  1. Aliran Cairan Interestial
  2.  Mencegah Infeksi
  3. Pengangkutan Lipid

1. Aliran cairan interstisial

Cairan interestial yang menggenangi jaringan secara terus menerus yang diambil oleh kapiler kapiler limfe disebut dengan Limfe. Limfe mengalir melalui system pembuluh yang akhirnya kembali ke sistem sirkulasi.

Ini dimulai pada ekstremitas dari sistem kapiler limfatik yang dirancang untuk menyerap cairan dalam jaringan yang kemudian dibawa melalui sistem limfatik yang bergerak dari kapiler ke pembuluh limfe (pembuluh getah bening) dan kemudian ke kelenjar limfe. limfe ini disaring melalui nodus limfatikus dan keluar dari limfatik eferen.


Dari sana limfe melewati batang limfatik dan akhirnya ke dalam saluran limfatik. Pada titik ini limfe dilewatkan kembali ke dalam aliran darah dimana perjalanan ini dimulai lagi.
Sistem limfatik pada manusia
Sistem limfatik pada manusia

2. Mencegah infeksi

Sementara kapiler limfe mengumpulkan cairan interstisial mereka juga mengambil sesuatu hal lain seperti virus dan bakteri, ini terbawa dalam cairan limfe sampai mereka mencapai kelenjar limfe yang mana dirancang untuk menghancurkan virus dan bakteri dengan menggunakan berbagai metode. Pertama sel makrofag menelan bakteri, ini dikenal sebagai fagositosis.

Kedua sel limfosit menghasilkan antibodi, ini dikenal sebagai respon kekebalan tubuh. Proses ini diharapkan akan berhubungan dengan semua infeksi yang berjalan melalui cairan limfe tetapi sistem limfatik tidak meninggalkan ini di sana. Beberapa sel Limfosit akan meninggalkan node dengan perjalanan .cairan limfe memasuki darah ketika cairan limfe bergabung kembali, ini memungkinkan untuk menangani infeksi pada jaringan lain.

Ini bukan satu-satunya daerah dimana perlawanan berlangsung, limpa juga menyaring darah dengan cara yang sama seperti sebuah nodus yang menyaring cairan limfe, sel B dan sel T yang bermigrasi dari sumsum tulang merah dan Thymus yang telah matang pada limpa (Ada 3 jenis sel T yang menakjubkan, itu adalah memori T sel yang dapat mengenali patogen yang telah memasuki tubuh sebelumnya. Dan dapat menangani mereka dengan lebih cepat,

Sel T lainnya disebut helper dan sitotoksik) yang melaksanakan fungsi kekebalan, sedangkan sel makrofag limpa menghancurkan sel-sel darah patogen yang dilakukan oleh fagositosis. Ada nodul limfatik seperti amandel yang menjaga terhadap infeksi bakteri yang mana ini menggunakan sel limfosit.

Kelenjar timus mematangkan sel yang diproduksi di sumsum tulang merah. Setelah sel-sel ini matang, sel – sel ini kemudian bermigrasi ke jaringan limfatik seperti amandel yang mana kemudian berkumpul pada suatu wilayah dan mulai melawan infeksi. Sumsum tulang Merah memproduksi sel B dan sel T yang bermigrasi ke daerah lain dari sistem getah bening untuk membantu dalam respon kekebalan.

3.Pengangkutan Lipid

Jaringan kapiler dan pembuluh juga mengangkut lipid dan vitamin yang larut lemak A, D, E dan K ke dalam darah, yang menyebabkan cairan limfe berubah warna menjadi krem. Lipid dan vitamin yang diserap dalam saluran pencernaan dari makanan dan kemudian dikumpulkan oleh cairan limfe pada saat ini dikirimkan .

Tanpa sistem limfatik kita akan berada dalam kesulitan, memiliki masalah dengan banyak penyakit. Jaringan tubuh akan menjadi macet dengan cairan dan sisa - sisa yang membuat kita menjadi bengkak. Kita juga akan kehilangan vitamin yang diperlukan.

Peranan sistem limfa dalam pengangkutan zat yaitu sebagai berikut :

1. Sistem limfa juga berperan dalam mengangkut asam lemak gliserol. Asam lemak dan gliserol meresap ke dalam pembuluh kil pada vilus atau jonjot usus kecil. Selanjutnya asam lemak dan gliserol diangkut ke dalam duktus toraksikus dan selanjutnya ke dalam sistem peredaran darah.

2. Sistem limfa berfungsi sebagai satu sistem yang mengembalikan semua cairan interstisial ke sistem peredaran darah dalam bentuk cairan limfa.

Tenaga yang mendorong darah untuk beredar di dalam tubuh berasal dari tekanan otot dinding jantung. Pada ujung arteriole dan kapiler, darah mendapatkan tekanan yang tinggi dari tekanan denyut jantung dan tekanan hidrostatik. Tekanan ini mengakibatkan sebagian plasma darah merembes ke luar kapiler menuju ke ruang antar sel, yang dikenal sebagai cairan interstisial.

Komponen plasma darah yang dapat menembus membran kapiler adalah air, gas oksigen, gas karbon dioksida, glukosa, asam amino, asam lemak, gliserol, garam mineral, hormon dan zat-zat sisa metabolisme. Cairan interstisial akan bergerak di semua ruang antar sel dan akan mensuplai oksigen dan zat-zat makanan yang diangkut darah ke sel-sel tubuh.

Tidak semua cairan interstisial meresap ke dalam kapiler darah, tetapi hanya sekitar 90% sedangkan yang hanya sekitar 10% akan meresap ke dalam saluran halus berdinding tipis yang dikenal dengan saluran limfa, yang merupakan bagian dari sistem limfa. Cairan yang mengalir di dalam kapiler limfa dikenal dengan limfa atau getah bening.

Cairan interstisial ini harus kembali ke dalam sistem peredaran darah agar tidak terkumpul di dalam ruang antar sel. Kandungan zat dalam plasma darah seperti glukosa, oksigen dan hormon harus dikembalikan ke dalam sistem peredaran darah.

Walaupun cairan interstisial sebagian besar kembali ke dalam kapiler darah melalui kapiler darah dan hanya 10% yang tidak kembali ke kapiler darah, volumenya dapat mencapai 4 liter per hari.


Bila cairan interstisial gagal dikembalikan ke dalam sistem peredaran darah, maka organ atau jaringan dalam badan akan membengkak, akibat berkumpulnya cairan interstisial di ruang antar sel secara berlebihan. Peristiwa ini disebut edema. Pada penderita filariasis (penyakit kaki gajah), cacing filaria hidup menyumbat kapiler limfa, sehingga aliran limfa terhambat. Cairan limfa tidak bisa mengalir dan biasa berkumpul pada ruang antar sel di kaki atau tangan.

Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah
Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah
Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah

Selain fungsi utama diatas Fungsi sistem limfatik yaitu:


  1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah.
  2. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah.
  3. Untuk membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi darah. Saluran limfe yang melaksanakan fungsi ini ialah saluran lakteal.
  4. Kelenjar limfe menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan penyebaran organism itu dari tempat masuknya ke dalam jaringan, ke bagian lain tubuh.
  5. Apabila ada infeksi, kelenjar limfe menghasilkan zat anti (antibodi) untuk melindungi tubuh terhadap kelanjutan infeksi.

Jenis-Jenis sistem Sirkulasi Darah Pada Hewan

Sunday, July 3, 2016 | comments

Tidak semua hewan mempunyai sistem sirkulasi khusus. Pada hewan berukuran kecil, berbagai macam zat seperti makanan, gas respiratori, dan sisa metabolisme dapat berdifusi melalui ruang antar sel dengan mudah. Dengan demikian, struktur khusus untuk mentranspor zat – zat tersebut tidak diperlukan. Dengan kata lain, berbagai hewan kecil tidak memerlukan sistem sirkulasi khusus untuk tarnspor berbagai macam zat.

Akan tetapi, proses difusi berlangsung sangat lambat sehingga cara tersebut tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhan hewan besar ( dengan ketebalan tubuh lebih dari beberapa milimeter ) dan atau hewan yang memiliki aktivitas metabolisme tinggi.

Oleh karena itu, hewan besar dan atau hewan yang memiliki aktivitas metabolisme tinggi memerlukan sirkulasi khusus. Sistem sirkulasi khusus tersebut diperlukan untuk menjamin adanya pergerakan cairan (beserta sejumlah besar zat yang terlarut di dalamnya) ke seluruh tubuh secara cepat.

Jenis – jenis sistem sirkulasi :

A. Sistem sirkulasi terbuka

Terdapat pada artropoda dan sebagian besar mollusca. Pada hewan – hewan ini, cairan sirkulasi disebut dengan hemolimfe, juga merupakan cairan interstisial. Kontraksi satu atau lebih jantung memompa hemolimfe melalui pembuluh-pembuluh sirkulasi ke dalam sinus-sinus yang saling terkoneksi, yaitu ruang-ruang disekitar organ – organ.

Di dalam sinus, pertukaran kimiawi terjadi antara hemolimfe dan sel-sel darah. Relaksasi jantung menarik kembali hemolimfe melalui pori-pori dan pergerakan tuubuh membantu mengedarkan hemolimfe melalui peremasan sinus-sinus secara periodik.
sistem sirkulasi terbuka
sistem sirkulasi terbuka

B. Sistem sirkulasi tertutup

Darah tertahan dalam pembuluh darah dan berbeda dari cairan interstisial. Satu atau lebih jantung memompa darah ke pembuluh-pembuluh besar yang becabang-cabang ke dalam pembuluh-pembuluh yang lebih kecil melalui organ-organ. Material – material dipertukarkan antara pembuluh darah terkecil dan cairan interstisial yang merendam sel – sel.

sistem sirkulasi tertutup meliputi sistem kardiovaskuler dan sistem limfatik. Annelida (termasuk cacing tanah), chepalopoda (termasuk cumi-cumi dan gurita) dan semua vertebrata memiliki sistem sirkulasi tertutup.
sistem sirkulasi tertutup
sistem sirkulasi tertutup

Tekanan hidrostatik lebih rendah yang terkait dengan sistem sirkulasi terbuka membuat sistem tersebut membutuhkan pengeluaran energi yang lebih rendah daripada sistem sirkulasi tertutup. Pada beberapa invertebrata, sistem sirkulasi terbuka memiliki fungsi – fungsi tambahan. Misalnya, pada laba – laba, tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh sistem sirkulasi terbuka memberikan tenaga yang digunakan untuk memperpanjang kaki – kaki hewan.

Manfaat – manfaat dari sistem sirkulasi tertutup mencakup tekanan darah yang relatif tinggi, yang memungkinkan pengantaran O2 dan nutrien – nutrien yang efektif menuju ke sel – sel dari hewan – hewan yang lebih besar dan lebih aktif.

Sistem sirkulasi tertutup meliputi dua sistem, yaitu :

a. Sistem kardiovaskuler : Sistem ini meliputi cor (jantung) dengan vasa-vasanya baik arteri maupun vena
b. Sistem limfatik : Sistem ini meliputi duktus limfatikus (saluran limfe) dan cairan limfe.

Download PPT Materi Sistem Pernafasan

Saturday, April 30, 2016 | comments

VOLUME PERNAFASAN

  • Volume tidal: volume udara inspirasi, 500cc
  • Volume cadanganinspirasi/komplementer: volume udara yang masih bisa dimasukkan secara maksimal setelah inspirasi. 1500cc
    Download PPT Materi Sistem Pernafasan
    Download PPT Materi Sistem Pernafasan
  • Volume cadangan ekspirasi/suplementer: volume udara yang masih bisa dikeluarkan secara maksimal setelah ekspirasi. 1500cc
  • Volume sisa/residu: volume yang tersisa di paru-paru setelah ekspirasi maksimal. 1000cc
  • Kapasitas vital paru-paru: volume udara yang dapat dikeluarkan maksimal setelah inspirasi maksimal.
  • Volume tidal+volume cadangan inspirasi+volume cadangan ekspirasi 500+1500+1500=3500cc
  • Kapasitas total paru-paru: udara yang dapat ditampung di paru-paru secara maksimal.
  • Volume residu+kapasitas vital paru-paru 1000+3500=4500cc

GANGGUAN SISTEM PERNAFASAN

  • Asfiksi: gangguan pada pengangkutan oksigen, kebakaran, tenggelam, dll
  • Penyempitan saluran nafas: pembengkakan kelenjar limfa/polip hidung, amandel,
  • Bronkitis: peradangan pada bronkus akibat infeksi mikroorganisme
  • Pleuritis: peradangan selaput paru-paru/pleura, disebabkan pleura terjadi penambahan cairan
  • TBC/Tuberculosis: penyakit paru paru akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, flek pada dinding alveolus
  • Pneumonia: radang paru-paru disebabkan oleh Diplococcus pneumoniae
  • Penyakit difteri: radang yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae
  • Faringitis: infeksi pada faring akibat bakteri ataupun virus
  • Tonsilitis: radang pada bagian tonsil
  • Kanker paru-paru
  • Asma: gangguan pada kontraksi otot polos pada trakea, bronkus, ataupun bronkeolus
  • Emfisima: alveolus mengalami ketidaknormalan sehingga sulit melakukankontraksi dan releksasi.




like dan share jika bermanfaat

download disini


Download PPT Materi Sistem Koordinasi Sistem Indra

| comments

Download PPT Materi Sistem Koordinasi Sistem Indra
Download PPT Materi Sistem Koordinasi Sistem Indra

Indra Penglihatan

Struktur Bola mata

Lapisan Luar

  • Sklera: jaringan ikat fibrosa, sebagai pelindung mata, terdapat konjungtiva yang berfungsi menjaga kelembapan mata
  • Kornea: berwarna transparan, menerima cahaya yang masuk ke mata

    2. Lapisan tengah

    • Otot siliaris
    • Iris mata: mengandung pigmen yang memberi warna pada mata, mampu berkontraksi dan releksasi untuk mengatur ukuran pupil
    • Pupil: rongga yang dibentuk oleh otot-otot iris mata, mengatur intensitas cahaya yang masuk ke dalam mata
    • Lensa: berbentuk bikonkav, mampu berakomodasi dengan menjadi cembung atau pipih untuk memfokuskan bayangan
    • Aquaeous humor: cairan yang berada di antara iris dan kornea
    • Vitreous humor: cairin yang berada di belakang lensa

    3. Lapisan dalam

    • Retina: terdapat jutaan sel sensorik reseptor cahaya yang disebut sel batang(basilus) dan sel kerucut(konus)
    • Bintik kuning (fovea sentralis): bagian retina yang mengandung reseptor cahaya
    • Bintik buta: bagian yang terdapat serabut syaraf dari retina menuju ke otak

    Sel batang(Bacillus)

    • Jumlah 120 juta sel batang
    • Sangat peka terhadap intensitas cahaya rendah, tetapi tidak mampu membedakan warna
    • Berperan dalam penglihatan malam hari.
    • Sel tersebar diseluruh bagian retina, kecuali pada bintik buta
    • Membran ditempeli rodopsin(pigmen warna) yang tersusun dari protein skotopsin dan retinal(terbuat dari vit A)
    • Saat terang rodopsin terurai menjadi skotopsin dan retinal
    • Saat gelap skotopsin dan retinal membentuk rodopsin

    Indra Peraba

    Jenis reseptor pada kulit

    • Korpus rufini: merasakan panas
    • Ujung saraf krause: merasakan dingin
    • Korpus meisner: merasakan sentuhan
    • Korpus pacini: tekanan kuat
    • Lempeng merkel: tekanan ringan

    di lidah tidak memiliki lokasi spesifik untuk merasakan rasa asin, manis, pahit, asam
    Reseptor untuk identifikasi terletak menjadi satu pada papila.



    download disini


    share dan like jika bermanfaat



    Download PPT Sistem Sirukulasi/Peredaran Darah

    Thursday, April 28, 2016 | comments

    Penggolongan Darah

    • Didasarkan Pada Aglutinogen(antigen) dan aglutinin(antibodi)
    • Penggolongan ini di kemukakan oleh Dr. Lendsteiner dan Donath
    • Aglutinogen terdapat pada eritrosit
    • Aglutinin terdapat pada serum darah
    Download PPT Sistem Sirukulasi/Peredaran Darah
    Download PPT Sistem Sirukulasi/Peredaran Darah

    Donor dan Resipien

    • Donor Universal: gol darah yang bisa mendonorkan ke semua golongan darah, yaitu gol darah O
    • Resipien Universal: penerima darah yang bisa menerima dari semua jenis gol darah. Yaitu gol darah AB

    Penggolongan darah Sistem resus

    • Didasarkan pada darah kera Maccacus rhesus
    • Rh+: terdapat aglutinogen rhesus
    • Rh-: tidak terdapat aglutinogen rhesus
    • Eritroblastosit Fetalis: kematian pada bayi karena perbedaan Rh- pada ibu dan Rh+ pada ayah

    Fungsi Kelenjar Limfa

    • Pertahanan tubuh
    • Mengembalikan cairan berlebih ke dalam darah
    • Menyerap lemak dari usus halus ke darah
    • Membentuk leukosit
    • Menghancurkan eritrosit yang sudah tua

    Kelainan dan Penyakit

    • Anemia: kurangnya Hb
    • Varises: pelebaran vena
    • Hemeroid: pelebaran pembulu darah pada anus
    • Thallasemia: Hb rendah sehingga sulit mengikat O2
    • Hemofilia: darah sukar membeku
    • Leukimia: leukosit tidak terkendali
    • Hipertensi: tekanan darah tinggi
    • Aterosklerosis: timbunan lemak pada pembuluh darah
    • Arteriosklerosis: timbunan kalsium pada pembuluh darah


    klik setting roda gerigi untuk mendownload PPT Sistem Sirukulasi/Peredaran Darah

    share dan like jika bermanfaat

    download disini


    Download PPT Materi Sistem Ekskresi Pada Manusia

    | comments

    Eksresi: proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair dan zat gas yang sudah tidak bermanfaat bagi tubuh
    • Ginjal → Urine
    • Kulit → Keringat
    • Paru-paru → Co2 + Uap air (H2O)
    • Hati → Empedu
      Download PPT Materi Sistem Ekskresi Pada Manusia
      Download PPT Materi Sistem Ekskresi Pada Manusia

    Sekresi

    • Proses pengeluaran zat oleh kelenjar yang masih digunakan didalam tubuh
    • kelenjar endokrin: kelenjar yang menghasilkan hormon dan siyal kimia yang dilepaskan langsung ke dalam aliran darah untuk ditujukan ke organ yang membutuhkan
      • Contoh: kelenjar ovarium, kelenjar testis, kelenjar tyroid, kelenjar adrenal, dan pankreas
    • Kelenjar eksokrin: kelenjar yang memiliki saluran yang melepaskan berbagai senyawa cair dan semi yang bukan hormon atau jenis sinyal kimia lainnya
      • Contoh: kelenjar keringat,kelenjar saliva, kelenjar susu
    Defekasi: proses pengeluaran sisa pencernaan atau fases melalui anus

    Fungsi Ginjal

    • Menyaring darah
    • Mengekskresikan zat sisa(urea, asam urat, kreatin, dan zat-zat beracun lainnya)
    • Mengatur volume plasma darahdan jumlah air dalam tubuh
    • Menjaga tekanan osmosis dengan mengatur eksresi garam di dalam tubuh
    • Mengatur PH plasma darah dan cairan tubuh
    • Mengendalikan kadar gula dalam darah
    • Menghasilkan hormon(eritropoietin, kalsitriol, dan renin

    Struktur Ginjal

    • manusia memiliki dua ginjal yang berada di belakang tubuh,
    • di setiap sisi tulang belakang pada bagian paling bawah dari tulang rusuk.
    • berbentuk seperti dua kacang dan berukuran panjang sebesar kepalan tangan dan tiap ginjal berbobot 150 gram.
    • Bagian luar ginjal dinamakan dengan korteks
    • Bagian dalam ginjal dinamakan modula
    • Bagian dalam terdapat ruang kosong yang dinamakan dengan pelvis
    • Ginjal memiliki nefron yang merupakan unit struktur dan fungsional terkecil
    • Jumlah nefron sekitar satu juta nefron per ginjal
    • Setiap nefron terdiri dari badan malpighi(terdapat glomerolus yg di selubungi kapsula bowmen)
    • Terdapat dua unsur di nefron yaitu unsur pembuluh dan unsur epitel
      • Unsur pembuluh: arteri, glomerolus, arteri eferen dan kapiler tubuler
      • Unsur epitel: kapsula bowmen, tubulus kontortus proximal, lengkung henle, tubulus kontortus distal, tubulus kolektifus

    Filtrasi(Penyaringan)

    • Filtrasi terjadi di Glomerolus
    • Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerolus menuju ke kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi
    • Membran filtrasi terdiri dari tiga lapisan yaitu
      • Sel endotelium glomerolus
      • Membran basiler
      • Epitel kapsula bowmen
    • Cairan yang di saring adalah: sel darah, trombosit, dan sebagian besar protein agar tidak ikut di keluarkan
    • Hasil berupa urine primer yang mengandung glukosa, sedikit protein, garam-garam, natrium, kalium, dan asam amino






    share dan like jika bermanfaat

    download disini



     
    Copyright © 2013. IPA SMP
    Template Created by IPA SMP