Anatomi Mata Bagian-bagian mata manusia dan Fungsinya Yang Lengkap dengan Gambar - Eye Anatomy

Wednesday, August 14, 2019 | comments

Mata merupakan salah satu alat indra tubuh kita yang penting sekali untuk mengetahui benda sekeliling kita . Dengan mata kita bisa melihat semua yang ada didi jagat raya ini. Mata sangat membantu sekali untuk mendukung aktifitas kehidupan kita. dengan mata kita bisa melihat keindahan alam . Mata berperan penting dalam kegiatan apapu sehingga kita harus pandai-pandai memelihara dan menjaganya agar kita semakin cinta ke mata maka di sini akan saya bahas tentang bagian-bagian mata manusia .

Anatomi Mata atau Bagian-bagian mata manusia dan Fungsinya

Anatomi Mata
     anatomi mata
Adapun Ilmu yang membahas dan mengkaji susunan bagian-bagian pada mata ini disebut dengan Anatomi Mata. Bagian-bagian cukup banyak diantaranya : Badan bening (mata), Beranda depan (mata), Fovea, Kornea, Koroid, Lensa mata, Otot siliaris, Plica semilunaris dari konjungtiva, Pupil, Reseptor warna, Retina, Sel batang (penglihatan), Sel fotoreseptor, Selaput pelangi, dan Sklera .
Baiklah mari kita lihat pemabahasannya secara rinci di bawah ini :

Beranda depan (mata)

Beranda depan, dalam bahasa inggris dinamakan Aqueous humor, merupakan cairan berlendir yang transparan menyerupai plasma, namun memiliki konsentrasi protein yang rendah. Cairan ini dihasilkan oleh tubuh siliari, struktur yang mendukung lensa.

Fungsi Beranda depan

badan beranda mata mempunyai banyak sekali fungsi, antara lain :
  1. Menjaga tekanan intraocular dan memompa bola mata.
  2. Menyediakan nutrisi (seperti asam amino, gkukosa) untuk selaput pembuluh darah serta kornea, jaringan Trabekular, lensa mata serta jaringan Vitreous.
  3. Menyalurkan Vitamin C sebagai anti oksidan.
  4. Sebagai antibodi melawan patogen.
  5. Sebagai pompa bagi kornea untuk mengembang untuk meningkatkan perlindungan dari debu, udara, serbuk dan beberapa patogen. dan
  6. Sebagai indek bias.

Badan bening (mata)

Vitreous humor merupakan gel yang mengisi ruang antara lensa mata dan retina di dalam bola mata manusia atau vebrata lainnya.
bagian ini juga sering disebut dengan nama tubuh vitreous atau vitreous
Vitreous memiliki karakteristik tidak berwarna, transparan, mengisi ruang antara lensa mata dan retina ke arah belakang mata. Vitreous diproduksi oleh beberapa sel selaput jala. Komposisinya hampir sama dengan kornea tetapi hanya memiliki sangat sedikit sel (kebanyakan fagosit yang menghilangkan serpihan sel dalam area visual), tanpa pembuluh darah, dan 98-99% volumenya terdiri dari air (kornea 75%) dengan garam, gula, vitrosin, rangkaian kolagen dan juga susunan protein dalam jumlah mikro.
Yang tampak begitu mengagumkan dari vitreous adalah meskipun ia hanya memiliki sangat sedikit zat yang padat, ia dapat menahan mata. Disisi lain, lensa mata terikat erat dengan sel. Meski demikian vitreous memiliki kekentalan dua sampai empat kali kekentalan air murni

Fovea

Fovea merupakan bagian dari anatomi mata yang terletak di tengah-tengah makula .Fovea adalah depresi kecil pada retina dekat disk optik. Fovea memiliki konsentrasi tinggi cone. Ini adalah bagian dari retina di mana ketajaman visual yang terbesar.Parafovea adalah sabuk tempat sel ganglion terbentuk dengan jumlah lebih dari lima baris sel, juga bagian sel kerucut yang memiliki densitas paling tinggi. Parafovea memiliki 50 sel kerucut per 100 mikrometer, pada manusia parafovea memiliki jarak 1¼ mm dari pusat fovea.
Perifovea adalah bagian luar tempat sel ganglion terdiri dari dua sampai empat baris sel, dan di bagian ini ketajaman visual kurang optimum. Perifovea hanya memiliki 12 sel kerucut per 100 mikometer, pada manusia parafovea memiliki jarak 2¾ mm dari pusat fovea.

Koloroid

Koloroid merupakan membran berwarna cokelat, atau lapisan pembuluh darah pada mata yang terletak di atara retina dan sklera, ia melapisi permukaan dalam sklera. Koloroid mempunyai fungsi mengalirkan oksigen dan nutrisi ke retina dan bacan kaca serta mencegah refleksi internal carahaya
Secara umum Struktur koroid dibagi menjadi empat lapisan yaitu :
  1. Lapisan Haller, merupakan bagian terluar dari koroid, memiliki diameter pembuluh darah yang paling besar.
  2. Lapisan Sattler, merupakan Lapisan dengan pembuluh darah menengah.
  3. Koriokapilaris, merupakan Lapisan kapiler.
  4. Membran bruch, merupakan Bagian terdalam dari lapisan koroid


Sklera

Sklera atau selaput keras atau selaput putih adalah lapisan luar mata yang memiliki karakteristik berwarna putih, berserat, tembus cahaya, elastis dan mengandung kolagen. Sklera pada mata manusia, keseluruhan berwarna putih, kontras dengan bagian iris yang berwarna, sedangkan pada mamalia lain, bagian sklera yang terlihat memiliki warna yang sama dengan warna iris, sehingga mata mereka terlihat tidak memiliki warna putih.
Dalam usia perkembangan embrio, sklera terbentuk dari puncak saraf. Pada anak-anak, sklera berbentuk sangat tipis dan terlihat warna kebiruan pada dasar pigmen. kemudian saat menginjak usia yang semakin tua, tumpukan lemak pada sklera dapat membuatnya terlihat sedikit kuning.
Ya itulah penjelasan mengenai anatomi mata, semoga bisa menambah pengetahuan kamu.

Selaput bening

Pada bagian depan bola mata, sklera berlanjut ke kornea. Kornea adalah bagian transparan berbentuk kubah pada bola mata. Sinar cahaya dari dunia luar pertama melewati kornea sebelum mencapai lensa. Bersama dengan lensa, kornea bertanggung jawab menfokuskan cahaya pada retina.

Ruang anterior

Ruang antara kornea dan lensa dikenal sebagai ruang anterior. Itu diisi dengan cairan yang disebut akueous humor. Ruang anterior juga dikenal sebagai rongga anterior.

Akueous humor

Aqueous humor adalah suatu cairan transparan yang beredar di ruang anterior. Ini menyediakan oksigen dan nutrisi ke bagian dalam mata dan memberi tekanan cairan yang membantu mempertahankan bentuk mata. Pada aqueous humor diproduksi oleh badan siliaris.
Ruang posterior
Ruang posterior adalah area yang lebih besar daripada ruang anterior. Hal ini terletak berlawanan dengan ruang anterior di belakang lensa. Ruang posterior diisi dengan cairan yang disebut vitreous humor. Ruang posterior juga disebut sebagai badan Vitreous seperti yang ditunjukkan dalam diagram di atas – anatomi mata.

Vitreous humor

vitreous Humor adalah cairan seperti jeli transparan yang mengisi ruang posterior. Tekanan cairannya yang membuat lapisan retina ditekan bersama-sama untuk mempertahankan bentuk mata dan untuk menjaga fokus yang tajam pada gambar retina.
Iris
Koroid berlanjut di depan bola mata untuk membentuk Iris. Iris adalah struktur datar, tipis, berbentuk cincin menempel ke ruang anterior. Ini adalah bagian yang mengidentifikasi warna mata seseorang. Iris berisi otot melingkar yang mengelilingi pupil dan otot radial yang memancar ke arah pupil. Ketika kontraksi otot melingkar mereka membuat pupil lebih kecil, ketika kontraksi otot radial, mereka yang membuat pupil lebih luas.

Otot siliaris

Otot-otot siliaris terletak di dalam korpus siliaris. Ini adalah otot-otot yang terus-menerus mengubah bentuk lensa untuk penglihatan dekat dan jauh. Lihat diagram anatomi mata atas.

Korpus siliaris

Koroid berlanjut di depan bola mata untuk membentuk badan siliaris. Ini menghasilkan aqueous humor. Korpus siliaris juga berisi otot-otot siliaris berkontraksi atau rileks untuk mengubah bentuk lensa.

Zonules

Ini zonule juga dikenal sebagai ligamen suspensorium adalah sebuah cincin dari serat yang kecil yang memegang lensa tersuspensi di tempat. Ini menghubungkan lensa ke badan siliaris dan memungkinkan lensa untuk berubah bentuk.

Lensa

Lensa adalah piringan transparan cembung ganda yang terbuat dari protein yang disebut crystalline. Hal ini terletak tepat di belakang iris dan memfokuskan cahaya ke retina. Pada manusia, lensa berubah bentuk untuk penglihatan dekat dan jauh.

Pupil

Pupil adalah lubang di tengah iris yang terletak di depan lensa. Setiap kali perlu memasukkan lebih banyak cahaya ke bola mata, otot-otot akan kontraksi iris seperti diafragma kamera untuk menambah atau mengurangi ukuran pupil.

Retina

Retina adalah lapisan terdalam lapisan bagian belakang bola mata. Ini adalah bagian peka cahaya mata. Retina berisi fotoreseptor agar mendeteksi cahaya. Fotoreseptor ini dikenal sebagai cone (sel berbentuk kerucut) dan rod (sel berbentuk batang). Cone memungkinkan kita untuk mendeteksi warna sementara rod memungkinkan kita untuk melihat dalam cahaya yang kurang. Retina terdiri dari sel-sel saraf agar mengirimkan sinyal dari retina ke otak.
Ini saraf optik terletak di bagian belakang sampai bola mata. Ini berisi akson dari retina sel ganglion (sel-sel saraf retina) dan mengirimkan impuls dari retina ke otak.

Disk optik

Impuls ditransmisikan ke otak dari bagian belakang ke bola mata pada disk optik juga disebut bintik buta. Hal ini disebut titik buta karena tidak mengandung fotoreseptor, maka setiap cahaya yang jatuh di atasnya tidak akan terdeteksi.

Otot mata

Otot-otot mata yang sangat kuat dan efisien, mereka bekerja sama untuk memindahkan bola mata dalam berbagai arah. Otot-otot utama mata adalah rektus lateral, rektus medial, rektus superior dan rektus inferior.

Arteri sentral dan Vena

Arteri sentral dan vena berjalan melalui pusat saraf optik. Arteri retina sentral sebagai pemasok sementara vena sentral mengaliri retina. Dalam diagram di atas – anatomi mata, arteri yang ditampilkan dalam warna merah sementara vena ditunjukkan dengan warna biru.

Saluran air mata

Ini adalah sebuah tabung kecil yang berjalan dari mata ke rongga hidung. Air mata mengalir dari mata ke hidung melalui saluran air mata. Inilah sebabnya mengapa mata berkaca-kaca biasanya disertai dengan hidung meler

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

Saturday, August 10, 2019 | comments



Pengantar
Sistem pencernaan makanan berhubungan dengan penerimaan makanan san prosesnya sehingga zat makanan siap memasuki proses metabolisme dalam sel tubuh. Selama dalam proses pencernaan, makanan dihancurkan menjadi zat-zat sederhana dan dapat diserap oleh usus halus, kemudian digunakan oleh sel tubuh.











Organ Pencernaan Makanan
Organ pencernaan makanan adalah bagian-bagian tubuh yang berperan dalam mencerna makanan yang kita makan dan mengubahnya dari bentuk kasar menjadi bentuk halus, sehingga makanan itu dapat diserap oleh usus halus.
Alat-alat pencernaan makanan terdiri atas saluran pencernaan makanan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas rongga mulut, tekak, kerongkongan, lambung, usu halus, usus besar, dan anus. Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelnjar usus, hati dan pankreas.






1.      Rongga mulut
Rongga mulut merupakan awal dari saluran pencernaan makan. Didalam rongga mulut terdapat lidah, gigi, dan kelenjar ludah.
a.        Lidah
Lidah membentuk rantai dari rongga mulut. Bagian belakang otot-otot lidah melekat pada tulang hyoid. Lidah mengandung dua jenis otot, yaitu:
·         Otot ekstrinsik yang berorigi di luar lidah, insersi di lidah.
·         Otot intrinsik yang berorigo dan insersi di dalam lidah.
Lidah berfungsi untuk mengaduk-aduk bahan makanan didalam rongga mulut, membantu menelan makanan, sebagai indera pengecap rasa, juga sebagai alat bantu bersuara.







b.      Gigi
Gigi berfungsi untuk mencerna makan secara mekanik dengan cara mengunyah sehingga makan menjadi halus. Ada 4 macam gigi manusia:
Gigi seri (Insisivus) berfungsi untuk memotong dan menggigit.
Gigi taring (Caninus) befungsi untuk merobek dan mencabik makanan.
Gigi geraham depan (Prae Molar) berfungsi untuk mengunyah makanan.
Gigi geraham belakang (Molar) berfungsi untuk mengunyah makanan.
Terdapat 2 macam gigi, yaitu gigi susu dan gigi permanen. Gigi susu dimiliki oleh anak berusia 1 - 6 tahun, jumlahnya 20 buah. Gigi permanen dimiliki oleh anak diatas 6 tahun, jumlahnya 32 buah. Gigi tertanam didalam rahang mempunyai bagian-bagian sebagai berikut:
§  Akar gigi : bagian gigi yang tertanam didalam rahang
§  Mahkota Gigi: bagian gigi ynang tampak diluar rahang.
§  Leher gigi: bagian gigi diantara mahkota gigi dan akar gigi.
Lapisan gigi berturut-turut dari luar kedalam adalah email, dentin, dan pulpa/rongga gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah.


c.       Kelenjar Ludah
Dalam rongga mulut terdapat 3 kelenjar ludah yaitu:
1)      Kelenjar parotis
2)      Kelenjar submandibularis
3)      Kelenjar sublingualis
Semua kelenjar tersebut menghasilkan air ludah (saliva) untuk membasahi rongga mulut dan membasahi makanan, sehingga makanan mudah ditelan. Air ludah mengandung enzim ptialin yang identik dengan enzim amilase.
2.      Tekak (Faring)
Tekak (faring) terletak dibelakang hidung, mulut dan tenggorokan. Tekak berupa saluran dengan panjang kira-kira 7 cm. Faring terdiri atas 3 bagian, yaitu:
a.      Naso faring, dibelakang hidung, terdapat tuba eustachius, kelenjar adenoid
b.      Faring oralis, dibelakang mulut, terdapat tonsil amandel
c.       Faring laryngeal, bagian terendah dari faring yang terletak dibagian laring

3.      Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan adalah tabung berotot yang panjangnya sekitar 25 cm da garis tengan 2 cm, dimulai dari faring sampai pintu masuk kardiak lambung. Kerongkongan berfungsi menghantarkan makanan yang dimakan dari faring ke lambung dengan adanya gerakan peristaltik esophagus.
Diujung kerongkongan yang berbatasan dengan lambung terdapat spingter esofageal atau spingter kardiak yang merupakan penghalang agar bahan makanan tidak balik lagi dari lambung ke kerongkongan.






4.      Lambung
Lambung terdiri atas 4 lapisan. Berturut-turut dari luar kedalam, lambung dilapisi oleh selubung serosa, otot polos (longitudinal, sirkular, dan diagonal), lapisan sub mukosa, serta lapisan mukosa. Lambung menerima makanan dari kerongkongan. Didalam lambung makanan selain dicerna secara mekanik juga dicerna secara kimiawi dengan melibatkan berbagai macam enzim. Gerakan peristaltik berjalan berulang-ulang sehingga ,makanan akan terus dihancurkan sampai terbentuk bubur kim.
Fungsi lambung sebagai fungsi motoris adalah :
ü  Fungsi reservoir, menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicerna dan bergerak pada saluran cerna.
ü  Fungsi mencampur. Memecah makanan menjadi halus dan mencampurnya dengan getah lambung melalui kontraksi otot yang meliputinya.
ü  Fungsi pengosongan lambung, diatur oleh pembukaan sfingter pilorus, yang diatur oleh viskositas, volume, keasaman, aktifitas osmosis, keadaan fisik, serta oleh emosi, obat-obatan, dan kerja. Pengosongan lambung diatur oleh faktor saraf dan hormonal.
Fungsi lambung sebagai fungsi sekresi dan pencernaan adalah:
ü  Mencernakan protein oleh pepsin dan HCl, pati oleh amilase, dan lemak oleh lipase.
ü  Sintesis dan pengeluaran gastrin.
ü  Sekresi faktor intrinsik memungkinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal.
ü  Sekresi mukus, sebagai pelindung lambung dan pelumasan makanan agar mudah ditranspor.





5.      Hati
Hati terletak disebelah kanan atas rongga perut dibawah diafragma, beratnya sekitar 2,5% dari berat badan orang dewasa normal.
Hati mempunyai fungsi:
a.      Memproduksi protein plasma (albumin, fibrinogen, protrombin, heparin)
b.      Fagositosis mikroorganisme, eritrosit dan leukosit yang sudah tua
c.       Pusat metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat
d.      Pusat detoksifikasi zat yang beracun di dalam tubuh
e.      Memproduksi cairan empedu
f.        Merupakan gudang penyimpanan berbagai zat seperti mineral (Cu, Fe); vitamin A, D, E, K, B12; glikogen dan berbagai racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh
Hati memegang peranan penting pada metabolisme tiga bahan makanan yaitu karbohidrat, protein dan lemak.



6.      Usus Halus
Fungsi usus halus adalah mencerna dan menyerap bubur kim yang berasal dari lambung. Isinya yang cair digerakkan oleh serangkaian gerakan peristaltik yang cepat, juga gerakan segmental usus sehingga isi usus akan bercampur.
Getah usus berwarna kuning jernih; pH 7,6; mengandung berbagai enzim misalnya peptidase, maltase, sukrase, ribonuklease, dan enterokinase.
Usus halus dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a.      Usus duabelas jari (duodenum)
Usus duabelas jari panjangnya sekitar 25 cm, merupakan tempat bermuara saluranpankreas, dan saluran empedu. Disini terjadi pncernaan secara kimiawi.
b.      Usus Kosong (yeyenum)
Usus kosong panjangnya sekitar 7 meter. Merupakan tempat diselesaikannya proses pencernaan makanan.
c.       Usus Penyerapan (ileum)
Usus penyerapan panjangnya sekitar 1 meter. Disinilah sari-sari makanan hasil proses pencernaan diserap oleh jonjot usus (vili).


7.      Usus Besar
Usus besar terdiri atas 2 bagian, yaitu: usus tebal (kolon) dan poros usus (rektum).
a.      Usus Tebal (kolon)
Usus tenal panjangnya kira-kira 0,5 meter, berperan dalam proses reabsorpsi air, sehingga feses semakin padat. Gerak peristaltik didalam usus tebal sangat lambat. Disini terjadi simbiosis mutualisme, terdapat mikroorganisme yang hidup membantu proses pembusukan sisa pencernaan makanan.
b.      Poros Usus (rektum)
Rektum ialah saluran yang panjangnya sekitar 10 cm terbawah dari usus tebal, berakhir pada saluran anal (anus) yang tersusun oleh otot polos dan otot lurik. Struktur poros usus serupa dengan struktur usus tebal, tetapi dinding yang berotot lebih tebal. Didalam saluran anus serabut otot sirkuler menebal membentuk otot sfingter anur interna.

Proses Pencernaan Zat Makanan Pada Manusia
 Agar sari makanan yang terdapat dalam makanan berguna bagi tubuh, maka makanan itu harus dicerna terlebih dahulu. Proses pencernaan berlangsung didalam saluran pencernaan secara mekanis dan kimiawi. Pencernaan mekanis menggunakan organ-organ pencernaan sehingga makanan berubah dari kasar menjadi halus. Dilanjutkan dengan pencernaan kimiawi yang melibatkan berbagai macam enzim sehingga sari-sari makanan siap diserap oleh usus halus.
Bahan makanan (bahan gizi) yang diperlukan oleh manusia mencakup: karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air. Bahan makanan tersebut dapat berfungsi sebagai bahan pembangun (protein, mineral), sumber energi (karbohidrat, protein, lemak), bahan pengangkut (protein, mineral, vitamin). Karbohidrat akan diserap dalam bentuk monoskarida (glukosa), protein akan diserap dalam bentuk asam amino, dan lemak akan diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol.
Makanan masuk kedalam rongga mulut akan dicerna secara mekanis dengan menggunakan gigi, pergerakan otot lidah dan pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sehingga terbentuklah bolus yang agak bulat untuk ditelan. Pencernaan kimiawi karbohidrat di rongga mulut dibantu oleh enzim amilase (ptialin). Selanjutnya makanan masuk melewati tekak (faring) dan terus ke kerongkongan, kemudian ke lambung. Di lambung makanan akan dicerna secara mekanis oleg gerakan peristaltik dari otot dinding lambung, juga secara kimiawi oleh enzim yang dapat bekerja dalam suasana asam.
Selanjutnya, makanan yang berbentuk bubur kim masuk ke usus halus, dicerna secara kimiawi oleh berbagai macam enzim, sehingga sari-sari makanan siap diserap oleh usus halus, kemudian akan diedarkan oleh darah ke berbagai sel di seluruh tubuh.

2 Macam Pembuluh Limfe Yang Sangat Penting Bagi Manusia

Saturday, October 1, 2016 | comments

Struktur pembuluh limfe serupa dengan vena tetapi memiliki lebih banyak katup, pembuluh limfe yang terkecil atau kapiler limfe lebih besar dari kapiler darah dan hanya terdiri dari selapis endothelium.

Pembuluh limfe bermula sebagai jalinan halus kapiler yang sangat kecil atau sebagai rongga –rongga limfe di dalam jaringan sebagai organ. Pembuluh limfe khusus vili usus hslus yang berungsi sebagai absorpsi lemak (kilomikron)disebut lacteal villi.

Berperan dalam pengumpulan cairan dari ruang-ruang jaringan dan mengembalikannya ke darah. Cairan ini dinamakan cairan limfe. Limfe hanya beredar dalam satu arah, yaitu ke arah jantung.
Kapiler limfe berasal dari berbagai jaringan sebagai pembuluh tipis dengan ujung terbuka. Mereka terdiri atas satu lapisan endotelium. Pembuluh yang tipis ini bergabung dan berakhir sebagai 2 saluran limfe besar, yaitu :

A. Duktus torasikus (Pembuluh Limfe Dada)

Pembuluh ini mengangkut limfe yang berasal dari bagian tubuh sebelah kiri dan bermuara ke pembuluh balik di bawah vena subclavia sinistra (vena yang melewati tulang selangka kiri). yang dimulai dari pembuluh limfe yang terdapat didepan vertebra lumbalis menuju ke bagian atas, akhirnya bermuara ke vena brakiosefalika kemudian ke vena cafasuperior,


Duktus torasikus ini merupakan kumpulan dari pembuluh limfe yang berasal dari kepala kiri,leher kiri,dada sebelah kiri bagian perut, anggota gerak bawah dan alat-alat dalam rongga perut.

Pembuluh limfe dada juga merupakan tempat bermuaranya pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak yang diserap dari usus. Lemak inilah yang menyebabkan cairan limfe berwarna kuning keputih-putihan.


B. Ductus Limfaticus Dexter (Pembuluh Limfe Kanan)

Merupakan Pembuluh limfe yang mengangkut limfe dari kepala kanan,leher kanan,dada kanan dan lengan sebelah kanan yang bermuara pada vena kava subclavia dekstra (vena yang melewati tulang selangka sebelah kanan).

Di antara pembuluh-pembuluh limfe terdapat kelenjar-kelenjar limfe. Dengan pengecualian sistem syaraf dan sumsum tulang, sistem limfe ditemukan pada hampir semua organ. Pembuluh limfe mempunyai struktur yang mirip dengan vena kecuali mereka mempunyai dinding yang lebih tipis dan tidak mempunyai batas yang nyata antara ketiga lapisan (intima, media, dan adventitia). Seperti vena, mereka mempunyai banyak katup-katup interna.
Duktus limfatikus
Duktus limfatikus

Akan tetapi, katup-katup ini lebih banyak pada pembuluh limfe. Antara katup-katup pembuluh limfe melebar dan mempunyai bentuk noduler.

Seperti vena, sirkulasi cairan limfe dibantu oleh kerja gaya eksterna (misalnya kontraksi otot-otot sekitarnya) pada dindingnya. Gaya-gaya ini bekerja secara tidak kontinu, dan aliran limfe terutama terjadi sebagai akibat adanya banyak katup dalam pembuluh ini dan irama kontraksi otot-otot polos yang terdapat dalam dindingnya.

Duktus limfaticus ukuran besar mempunyai struktur yang mirip dengan vena dengan penguatan otot polos pada lapisan media. Pada lapisan ini, berkasberkas otot tersusun longitudinal dan sirkuler, dengan serabut-serabut longitudinal lebih banyak.

Fungsi Sistem Limfatik Bagi Manusia dan Penjelasannya Secara rinci

| comments

A. Sistem limfatik.

Sistem limfatik adalah sebuah sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfe atau cairan limfe dalam tubuh yang berasal dari plasma darah, cairan ini kemudian di kumpulkan oleh sistem limfa melalui proses di fusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi. sistem ini dianggap juga sebagai sistem pelengkap dari sisitem imunitas tubuh.

B. Fungsi Sistem Limftik

Sistem limfatik memiliki tiga fungsi utama yaitu:

  1. Aliran Cairan Interestial
  2.  Mencegah Infeksi
  3. Pengangkutan Lipid

1. Aliran cairan interstisial

Cairan interestial yang menggenangi jaringan secara terus menerus yang diambil oleh kapiler kapiler limfe disebut dengan Limfe. Limfe mengalir melalui system pembuluh yang akhirnya kembali ke sistem sirkulasi.

Ini dimulai pada ekstremitas dari sistem kapiler limfatik yang dirancang untuk menyerap cairan dalam jaringan yang kemudian dibawa melalui sistem limfatik yang bergerak dari kapiler ke pembuluh limfe (pembuluh getah bening) dan kemudian ke kelenjar limfe. limfe ini disaring melalui nodus limfatikus dan keluar dari limfatik eferen.


Dari sana limfe melewati batang limfatik dan akhirnya ke dalam saluran limfatik. Pada titik ini limfe dilewatkan kembali ke dalam aliran darah dimana perjalanan ini dimulai lagi.
Sistem limfatik pada manusia
Sistem limfatik pada manusia

2. Mencegah infeksi

Sementara kapiler limfe mengumpulkan cairan interstisial mereka juga mengambil sesuatu hal lain seperti virus dan bakteri, ini terbawa dalam cairan limfe sampai mereka mencapai kelenjar limfe yang mana dirancang untuk menghancurkan virus dan bakteri dengan menggunakan berbagai metode. Pertama sel makrofag menelan bakteri, ini dikenal sebagai fagositosis.

Kedua sel limfosit menghasilkan antibodi, ini dikenal sebagai respon kekebalan tubuh. Proses ini diharapkan akan berhubungan dengan semua infeksi yang berjalan melalui cairan limfe tetapi sistem limfatik tidak meninggalkan ini di sana. Beberapa sel Limfosit akan meninggalkan node dengan perjalanan .cairan limfe memasuki darah ketika cairan limfe bergabung kembali, ini memungkinkan untuk menangani infeksi pada jaringan lain.

Ini bukan satu-satunya daerah dimana perlawanan berlangsung, limpa juga menyaring darah dengan cara yang sama seperti sebuah nodus yang menyaring cairan limfe, sel B dan sel T yang bermigrasi dari sumsum tulang merah dan Thymus yang telah matang pada limpa (Ada 3 jenis sel T yang menakjubkan, itu adalah memori T sel yang dapat mengenali patogen yang telah memasuki tubuh sebelumnya. Dan dapat menangani mereka dengan lebih cepat,

Sel T lainnya disebut helper dan sitotoksik) yang melaksanakan fungsi kekebalan, sedangkan sel makrofag limpa menghancurkan sel-sel darah patogen yang dilakukan oleh fagositosis. Ada nodul limfatik seperti amandel yang menjaga terhadap infeksi bakteri yang mana ini menggunakan sel limfosit.

Kelenjar timus mematangkan sel yang diproduksi di sumsum tulang merah. Setelah sel-sel ini matang, sel – sel ini kemudian bermigrasi ke jaringan limfatik seperti amandel yang mana kemudian berkumpul pada suatu wilayah dan mulai melawan infeksi. Sumsum tulang Merah memproduksi sel B dan sel T yang bermigrasi ke daerah lain dari sistem getah bening untuk membantu dalam respon kekebalan.

3.Pengangkutan Lipid

Jaringan kapiler dan pembuluh juga mengangkut lipid dan vitamin yang larut lemak A, D, E dan K ke dalam darah, yang menyebabkan cairan limfe berubah warna menjadi krem. Lipid dan vitamin yang diserap dalam saluran pencernaan dari makanan dan kemudian dikumpulkan oleh cairan limfe pada saat ini dikirimkan .

Tanpa sistem limfatik kita akan berada dalam kesulitan, memiliki masalah dengan banyak penyakit. Jaringan tubuh akan menjadi macet dengan cairan dan sisa - sisa yang membuat kita menjadi bengkak. Kita juga akan kehilangan vitamin yang diperlukan.

Peranan sistem limfa dalam pengangkutan zat yaitu sebagai berikut :

1. Sistem limfa juga berperan dalam mengangkut asam lemak gliserol. Asam lemak dan gliserol meresap ke dalam pembuluh kil pada vilus atau jonjot usus kecil. Selanjutnya asam lemak dan gliserol diangkut ke dalam duktus toraksikus dan selanjutnya ke dalam sistem peredaran darah.

2. Sistem limfa berfungsi sebagai satu sistem yang mengembalikan semua cairan interstisial ke sistem peredaran darah dalam bentuk cairan limfa.

Tenaga yang mendorong darah untuk beredar di dalam tubuh berasal dari tekanan otot dinding jantung. Pada ujung arteriole dan kapiler, darah mendapatkan tekanan yang tinggi dari tekanan denyut jantung dan tekanan hidrostatik. Tekanan ini mengakibatkan sebagian plasma darah merembes ke luar kapiler menuju ke ruang antar sel, yang dikenal sebagai cairan interstisial.

Komponen plasma darah yang dapat menembus membran kapiler adalah air, gas oksigen, gas karbon dioksida, glukosa, asam amino, asam lemak, gliserol, garam mineral, hormon dan zat-zat sisa metabolisme. Cairan interstisial akan bergerak di semua ruang antar sel dan akan mensuplai oksigen dan zat-zat makanan yang diangkut darah ke sel-sel tubuh.

Tidak semua cairan interstisial meresap ke dalam kapiler darah, tetapi hanya sekitar 90% sedangkan yang hanya sekitar 10% akan meresap ke dalam saluran halus berdinding tipis yang dikenal dengan saluran limfa, yang merupakan bagian dari sistem limfa. Cairan yang mengalir di dalam kapiler limfa dikenal dengan limfa atau getah bening.

Cairan interstisial ini harus kembali ke dalam sistem peredaran darah agar tidak terkumpul di dalam ruang antar sel. Kandungan zat dalam plasma darah seperti glukosa, oksigen dan hormon harus dikembalikan ke dalam sistem peredaran darah.

Walaupun cairan interstisial sebagian besar kembali ke dalam kapiler darah melalui kapiler darah dan hanya 10% yang tidak kembali ke kapiler darah, volumenya dapat mencapai 4 liter per hari.


Bila cairan interstisial gagal dikembalikan ke dalam sistem peredaran darah, maka organ atau jaringan dalam badan akan membengkak, akibat berkumpulnya cairan interstisial di ruang antar sel secara berlebihan. Peristiwa ini disebut edema. Pada penderita filariasis (penyakit kaki gajah), cacing filaria hidup menyumbat kapiler limfa, sehingga aliran limfa terhambat. Cairan limfa tidak bisa mengalir dan biasa berkumpul pada ruang antar sel di kaki atau tangan.

Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah
Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah
Perbedaan saluran limfatik dengan saluran pembuluh darah

Selain fungsi utama diatas Fungsi sistem limfatik yaitu:


  1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam sirkulasi darah.
  2. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah.
  3. Untuk membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi darah. Saluran limfe yang melaksanakan fungsi ini ialah saluran lakteal.
  4. Kelenjar limfe menyaring dan menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan penyebaran organism itu dari tempat masuknya ke dalam jaringan, ke bagian lain tubuh.
  5. Apabila ada infeksi, kelenjar limfe menghasilkan zat anti (antibodi) untuk melindungi tubuh terhadap kelanjutan infeksi.

Organ-Organ Saluran Sistem Pencernaan dan Fungsinya

| comments

1. Mulut/ oral cavity

Di rongga mulut terdapat gigi (gerigi) yang berfungsi untuk menyobek, mengunyah zat-zat makanan secara mekanis sehingga menjadi zat-zat yang lebih kecil dan memudahkan bekerjanya enzim pencernaan.
beberapa kelenjar yang ada di mulut
beberapa kelenjar yang ada di mulut
Di rongga mulut terdapat bibir, lidah dan palatum (langit-langit) untuk membantu penguyahan zat makanan, dan penelanan zat makanan. Di rongga mulut terdapat muara kelenjar air liur (saliva) yang mengandung enzim ptyalin (amilase)

2. Faring (Pharynx)

Merupakan persilangan antara saluran makanan dan saluran udara. Epiglotis berperan sebagai pengatur (klep) kedua saluran tersebut. Pada saat menelan makanan saluran udara ditutup oleh epiglotis dan sebaliknya jika sedang menghirup nafas.
Faring dan bagian-bagian lainnya
Faring dan bagian-bagian lainnya

3. Esofagus (kerongkongan)

Sebagai saluran panjang berotot (muskuler) yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung. Pada batas antara esophagus dengan lambung terdapat sphincter esophagii yang berfungsi mengatur agar makanan yang sudah masuk ke dalam lambung tidak kembali ke esophagus.

4. Gastrium (lambung)

Di lambung, makanan ditampung, disimpan, dan dicampur dengan asam lambung, lendir dan pepsin. Mukosa lambung banyak mengandung kelenjar 3 pencernaan. Kelenjar pada bagian pilorika dan kardiaka menghasilkan lendir. Kelenjar pada fundus terdapat sel parietal (oxyntic cell) menghasilkan HCl, dan chief cell menghasilkan pepsinogen. 
Bagian-bagian lambung
Bagian-bagian lambung

Proses digesti di lambung meliputi:


  1. Pencernaan pada lambung sebatas pada protein, sangat sedikit lemak, dan karbohidrat. Absorpsi zat-zat tertentu seperti; alkohol, obat-obatan.
  2. Makanan setelah melewati lambung menjadi dalam bentuk bubur makanan (chyme). Dengan mekanisme dorongan dari otot lambung chyme menuju ke usus dua belas jari (duodenum).

5. Intestinum tenue (usus halus)

Usus halus dibedakan menjadi 3 bagian: duodenum, jejunum, dan ileum.

A. Duodenum

Pada duodenum terdapat muara dari duktus koledokus dan duktus pankreatikus. Cairan empedu dari kantung empedu dikeluarkan lewat duktus koledokus. Cairan pankreas lewat duktus pankreatikus.

Cairan pancreas mengandung enzim lipase, amylase, trypsinogen dan chemotrypsinogen. Lipase untuk memecah lemak (setelah diemulsifikasikan oleh empedu) menjadi asam lemak dan gliserol. Amylase untuk memecah amilum menjadi sakarida sederhana.
Duodenum dan pankreas
Duodenum dan pankreas

B. Jejunum

Jejunum merupakan tempat absorpsi zat-zat makanan. Proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan meliputi; difusi, osmosis, dan transpor aktif.

  1. Monosakrida dan asam amino melalui mekanisme difusi fasilitasi.
  2. Asam lemak melalui mekanisme difusi biasa.
  3. Vitamin melalui mekanisme difusi biasa.
  4. Air melalui mekanisme difusi dan osmose.
  5. Elektrolit dan mineral melalui mekanisme difusi, dan transport aktif.

C. Ileum

Absorpsi melalui villi usus.

6. Intestinum crassum (usus besar)

Usus besar terdiri atas caecum dan colon. Caecum berupa kantung. 4 kantung dengan pita (taenia) dan haustra. Colon dapat dibedakan menjadi colon ascenden (naik), transversal (mendatar), descenden (turun).

Usus besar merupakan tempat untuk absorpsi air dan mineral yang tidak terserap di usus halus. Pencernaan secara mikrobiotis oleh bakteri komensal (E. coli), menghasilkan gas, dan sintesis vit. K.

7. Rektum

Rektum merupakan kantung yang berfungsi menampung feses. Setelah penuh terjadi perangsangan karena ekstensi (peregangan) dinding rectum sehingga timbul keinginan untuk berak (defikasi).

8. Anus

Anus merupakan katup muskuler (spinchter ani) berfungsi mengatur pengeluaran tinja. Kelainan saluran pencernaan:

  1. Diare, karena adanya rangsangan yang berlebihan sehingga motilitas usus meningkat.
  2. Konstipasi, karrena defekasi yang tidak teratur dan sulit.

Fungsi Umum Sistem Pencernaan Makanan

| comments

Sistem pencernaan secara umum dapat digambarkan sebagai suatu struktur memanjang, berkelok-kelok yang diawali oleh suatu lubang, disebut mulut dimana makanan mulai dimasukkan dan lubang akhir disebut anus, tempat sisa yang tidak tercerna itu dibuang.

Fungsi umum sistem pencernaan yaitu:


  1. Memasukkan makanan kedalam saluran pencernaan
  2. Menyimpan makanan untuk sementara
  3. Mencerna secara fisik
  4. Mencerna secara kimiawi
  5. Mengabsorbsi hasil pencernaan
  6. Menyimpan sementara makanan yang telah tercerna, untuk kemudian mengeluarkannya.

Tahap-tahap pencernaan makanan secara fisiologis yaitu:


  1. Pengambilan makanan (ingesti)
  2. Pencernaan (digesti)
  3. Penyerapan (absorbsi)
  4. Pembuangan sisa makanan (defekasi)

Makanan yang dimasukkan ke dalam mulut dengan bantuan gigi dan rahang, lidah, kaki depan, bibir, paruh, serta pharink pengisap. Organ pokok yang berfungsi menyimpan makanan untuk sementara adalah ventriculus, ingluvies, dan kantong pipi.


Pemecahan makanan melalui fisik dilakukan dengan cara:


  1. Mengunyah, memarut, atau menggiling makanan oleh gigi, ventriculus.
  2. Mencampur makanan oleh gerakan peristaltik, antiperistaltik, segmentasi ada intervenium dan ventriculus.
  3. Melembabkan, melunakkan, dan melarutkan makanan dengan bantuan cairan mulut, lambung, intestinum.
  4. Emulsifikasi lemak untuk sekresi hepar.

Pemecahan makanan secara kimia dilakukan terutama didalam ventriculus dan intestinum oleh enzim-enzim yang dihasilkan di dalam kedua organ tersebut dan di dalam pancreas.

Untuk absorbsi hasil akhir pencernaan diperlukan permukaan yang luas untuk kontak antara sari makanan dan ephitelium intestinum, tugas ini dilakukan oleh intestinum yang paling panjang, lipatan lipatan di dalam intestinum dan villi intestinumyang panjang, lipatan-lipatan di dalam dinding intestinum di dalam dinding intestinum dan villi intestinum.
sistem pencernaan pada manusia
sistem pencernaan pada manusia

Ontogeni

Proses ontogeni sistem pencernaan dimulai saat fase gastrulasi, yaitu fase tentuknya 3 lapis benih. Lapisan endoderm, yang terletak paling dalam dan dua san lain, adalah cikal bakal terbentuknya organ-organ pencennaan. Pada tahap ibrional, endoderm berkembang membentuk suatu tabung panjang yang pada satu ungnya membentuk mulut dan ujung yang lain membentuk anus.

Pada Vertebrata, saluran pencernaan ini hanyalah berbentuk tabung lurus, namun segera melakukan lipatan lipatan, putaran kumparan dan pertunasan (diverticulum) untuk membentuk kompleks organ. Divertikulum yang tumbuh dan saluran antara lain adalah hepar, kantung empedu, dan pankreas, yang terletak pada bagian tengah saluran pencernaan.

30 Soal Pilihan Ganda Bab Sistem Rangka

Monday, September 26, 2016 | comments

1. Tulang pipa terbesar dan terpanjang berhubungan dengan asetabulum adalah…

  • a) Kranium
  • b) Femur
  • c) Inkus
  • d) Scapula
  • e) Dahi

2. Nama ilmiah tulang pinggang…

  • a) Inkus
  • b) Lumbar
  • c) Maleus
  • d) Sacrum
  • e) Hyoid

3. Berapa jumlah tulang punggung…

  • a) 4
  • b) 7
  • c) 12
  • d) 1
  • e) 5


4. Tulang penggerak lidah yang terletak di pangkal leher, diantara otot otot leher…

  • a) Tulang leher
  • b) Tulang hyoid
  • c) Tulang belikat
  • d) Tulang scapula
  • e) Tulang selangka

5. Tulang yang membentuk jembatan pada hidung dan berbatasan dengan tulang maksila adalah…

  • a) Tulang nasal
  • b) Tulang lakrimal
  • c) Tulang leher
  • d) Tulang belikat
  • e) Tulang ekor

6. Tulang yang membentuk persendian lutut dengan femur…

  • a) Tulang lengan atas
  • b) Tulang tengkorak
  • c) Tulang tibialis dan fibularis
  • d) Tulang dahi
  • e) Tulang belikat
7. Tulang yang terletak di sebelah posterior tulang kostal dan berbentuk pipih seperti segitiga adalah…

  • a) Scapula
  • b) Klavikula
  • c) Inkus
  • d) Maleus
  • e) Falanges

8. Tulang tengkorak ,tulang rusuk,dan scapula merupakan contoh dari tulang…

  • a) Pipih
  • b) Pendek
  • c) Pipa
  • d) Bulat
  • e) Cakra

9. Metacarpal terdiri dari …….. tulang

  • a) 4
  • b) 5
  • c) 6
  • d) 1
  • e) 2
10. Tulang pendengaran terdiri dari tulang…

  • a) Cranium,wajah,kaki
  • b) Pendengaran,belikat,femur
  • c) Martil,landasan,sangur
  • d) Rusuk sejati,rususk palsu,rusuk melayang
  • e) Paha,belikat,dahi,telinga

11. Nama lain dari tulang belikat adalah…

  • a) Klavikula
  • b) Scakula
  • c) Ulna
  • d) Radius
  • e) Sacrum

12. Tulang anggota gerak bawah terdiri dari…

  • a) Tulang gelang panggul dan tulang kaki
  • b) Tulang gelang bahu,tulang lengan atas dan tulang lengan bawah
  • c) Tulang tengkorak,tulang hyolid dan tulang belakang
  • d) Tulang kepala,tulang wajah dan tulang pendengaran
  • e) Tulang sanggurdi,tulang pipi,tulang rahang atas

13. Berapa jumlah tulang jari tangan,,,

  • a) 28
  • b) 25
  • c) 10
  • d) 27
  • e) 23

14. Nama latin dari tulang tempurung lutut adalah…

  • a) Patella
  • b) Tibia
  • c) Tubis
  • d) Palanges
  • e) Karpus

15. Gerak antagonis yang terjadi ketika menggerakkan ke atas dan kebawah adalah…

  • a) Ektensi dan fleksi
  • b) Atropi dan hipertropi
  • c) Depressor dan elevator
  • d) Tonus dan tetanus
  • e) Hipertropi dan supinasi

16. Kelainan tulang yang disebabkan karena kekurangan kalsium disebut…

  • a) Nekrosis
  • b) Tbc tulang
  • c) Osteoporosis
  • d) Osteomalasia
  • e) Osteoatritis

17. Ketika kita ingin melihat burung yang terbang diatas kepala kita,berarti kita melakukan gerakan…

  • a) Adduksi
  • b) Elevasi
  • c) Depresi
  • d) Pronasi
  • e) Supinasi

18. Menurut bentuknya ruas tulang belakang termasuk tulang...

  • a) Pipa
  • b) Pipih
  • c) Pendek
  • d) Sejati
  • e) Keras

19. Hubungan antar tulang tengkorak termasuk sendi…

  • a) Kaku
  • b) Mati
  • c) Gerak
  • d) Peluru
  • e) Putar

20. Pada sel otot , oksigen diikat oleh…

  • a) Hemoglobin
  • b) Mioglobin
  • c) Etris
  • d) Kalmodulin
  • e) Leukosit

21. Skeleton aksial terdiri atas…

  • a) Tulang belakang dan tulang bahu
  • b) Telapak kaki,telapak tangan dan pinggul
  • c) Tulang lengan,tulang kaki dan bahu
  • d) Tulang bahu,tulang pinggul dan tulang belakang
  • e) Tengkorak,tulang belakang dan iga

22. Hubungan antara dua tulang yang geraknya sangat terbatas disebut…

  • a) Artikulasi
  • b) Diartrosis
  • c) Amfiartrosis
  • d) Sinartrosis
  • e) Antagonis

23. Otot yang melekat pada tulang sebagai tumpukan ketika otot berkontraksi disebut…

  • a) Origo
  • b) Insersio
  • c) Tendon
  • d) Urat
  • e) Tetanus

24. Sendi peluru terdapat pada hubungan antara tulang…

  • a) Hasta dengan tulang pengupil
  • b) Paha dengan tulang pemutar
  • c) Paha dengan gelang bahu
  • d) Paha dengan gelang panggul
  • e) Jari tangan dengan pergelangan tangan

25. Tulang yang sejajar dengan jempol kaki adalah tulang…

  • a) Betis
  • b) Kering
  • c) Telapak kaki
  • d) Paha
  • e) Jempol

27. Rangka yang terletak diluar sumbu tubuh adalah pengertian dari…

  • a) Rangka tubuh
  • b) Rangka kepala
  • c) Rangka aksial
  • d) Rangka apendikular
  • e) Rangka kaki

28. Nama lain dari tulang sanggurdi adalah…

  • a) Maleas
  • b) Stapes
  • c) Inkus
  • d) Scapula
  • e) Klavikula

29. Nama latin dari tulang taju pedang adalah…

  • a) Processus xyphoides
  • b) Corpus sterni
  • c) Manubrium sterni
  • d) Klavikula
  • e) Stapes

30. Nama latin dari tulang hulu

  • a) Manubrium sterni
  • b) Corpus sterni
  • c) Sakrum
  • d) Toraks
  • e) Processus xyphoides
 
Copyright © 2013. IPA SMP
Template Created by IPA SMP